Working Mom Banua: Strategi Menyusui tanpa Harus Berhenti Bekerja

  • 29 Apr 2026 09:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin- Dua narasumber dari AIMI Kalsel menjelaskan bahwa ibu bekerja tetap bisa menyusui dengan cara yang tepat. Hal itu disampaikan dalam program Ngobras di RRI Pro 1 Banjarmasin, Selasa malam, 28 April 2026.

Dialog bertema “Working Mom Banua: Tetap Menyusui Tanpa Tapi” menghadirkan Asmayana Razak dan Irma Oktavianita. Keduanya merupakan anggota divisi dana dan usaha AIMI Kalsel yang aktif dalam edukasi menyusui.

Asmayana Razak menyebut banyak ibu berhenti menyusui bukan karena tidak mampu. Menurutnya, kendala utama adalah kurangnya pengetahuan dan sistem yang belum siap.

“Banyak ibu tidak memahami manajemen ASIP (Air Susu Ibu Perah), tidak tahu haknya di tempat kerja, dan tidak memiliki alat pendukung," ucapnya.

"Padahal menyusui sambil bekerja itu soal strategi, bukan sekadar kemampuan," katanya.

Ia menjelaskan, manajemen ASIP menjadi faktor utama keberhasilan ibu bekerja. Penyimpanan ASI perah harus dilakukan dengan sistem yang tepat, bukan sekadar disimpan.

Selain itu, pemilihan alat seperti pompa ASI dan perlengkapan pendukung harus disesuaikan kebutuhan. Hal ini penting agar proses memerah ASI tetap efisien dan nyaman.

“Pompa ASI bukan soal tren atau harga mahal, tapi harus sesuai kebutuhan ibu,"ucapnya. "Tanpa manajemen penyimpanan yang benar, hasilnya tetap tidak optimal," ujarnya.

Sementara itu, Irma Oktavianita menekankan bahwa ibu menyusui memiliki hak di tempat kerja. Hak tersebut diatur dalam Undang-Undang Kesehatan dan peraturan tentang ASI eksklusif.

“Ibu bekerja memiliki hak atas waktu dan fasilitas untuk memerah ASI, dukungan dari pemerintah dan lingkungan kerja sangat diperlukan untuk pemenuhan hak tersebut," katanya.

Ia menambahkan, ibu perlu menyiapkan strategi sejak awal, termasuk komunikasi dengan tempat kerja dan membawa perlengkapan sendiri. Hal ini menjadi solusi realistis di tengah keterbatasan fasilitas.

Menjadi ibu bekerja bukan berarti harus memilih antara karier dan menyusui. Kunci utamanya adalah membangun sistem yang tepat sejak awal.

“ASI tidak berhenti karena ibu bekerja, tapi karena sistemnya tidak dibangun, dengan pengetahuan dan dukungan yang tepat, ibu bisa tetap menjalankan keduanya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....