Perkuat Penanggulangan HIV, Dinkes Balangan Luncurkan Inovasi Graha Asli Paringi
- 20 Apr 2026 20:52 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan resmi meluncurkan inovasi "Graha Asli Paringin" sebagai langkah strategis memperkuat penanggulangan HIV/AIDS. Program ini dirancang untuk mengubah pola penanganan dari yang semula pasif menjadi lebih proaktif menjemput bola ke lapangan.
Inovator Graha Asli Paringin, Graha Eka Satria, menyebutkan bahwa langkah ini lahir dari hasil evaluasi mendalam terhadap efektivitas program HIV di Balangan. Selama ini, banyak kasus yang baru terdeteksi setelah kondisi pasien memburuk karena penanganan yang hanya bersifat menunggu di fasilitas kesehatan.
“Kalau hanya menunggu pasien bergejala datang ke puskesmas atau rumah sakit, artinya kita sudah terlambat. Ketika datang, sebagian sudah masuk fase AIDS,” ujar Graha, Senin, 20 April 2026.
Graha menjelaskan bahwa keterlambatan deteksi berdampak langsung pada tingginya risiko kematian bagi pengidap. Tanpa pengobatan antiretroviral (ARV) yang rutin sejak dini, peluang untuk mengendalikan virus di dalam tubuh menjadi semakin kecil.
Masalah stigma negatif dan rendahnya pengetahuan masyarakat juga menjadi tantangan besar yang ingin didobrak melalui inovasi ini. Graha menilai stigma seringkali membuat masyarakat takut untuk memeriksakan diri meskipun memiliki risiko.
“Banyak yang tidak sadar bahwa perilaku berisiko bisa berdampak pada kesehatan mereka. Di sisi lain, stigma membuat orang takut untuk terbuka dan memeriksakan diri,” katanya menambahkan.
Melalui Graha Asli Paringin, Dinkes Balangan menjalankan tiga aksi utama yaitu deteksi dini aktif, sosialisasi berkelanjutan, dan pendampingan pengobatan. Layanan VCT mobile kini mulai menyasar lokasi-lokasi berisiko dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pasien.
Selain deteksi, pihak Puskesmas juga dikerahkan untuk mendampingi pasien agar tetap disiplin menjalani pengobatan. Graga menjelaskan, pasien yang terkendala biaya maupun transportasi akan diberikan bantuan agar tidak terputus dari layanan kesehatan.
“Pendampingan ini penting supaya pasien disiplin minum obat. Selain itu agad kondisi kesehatannya terpantau, dan secara psikologis tetap kuat,” ujarnya.
Inovasi ini diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus baru secara dini untuk menekan angka kematian akibat HIV/AIDS di Balangan. Dengan deteksi yang lebih cepat, kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV) di Kabupaten Balangan diharapkan dapat terus terjaga dan meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....