Sinergi Terapi Komplementer dan Pengobatan Medis
- 30 Mar 2026 18:25 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Masyarakat diimbau untuk tidak mempertentangkan pengobatan medis konvensional dengan terapi komplementer dalam upaya penyembuhan penyakit. Praktisi kesehatan holistik, Mohamed Irwan, dalam siaran Ngobras RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu, 29 Maret 2026, menyatakan kedua metode harus bersinergi untuk mengoptimalkan kemampuan alami tubuh memulihkan diri.
Irwan menegaskan bahwa terapi komplementer bukan pengganti prosedur medis darurat seperti operasi atau penanganan serangan jantung akut. Fungsinya adalah sebagai mitra pendukung yang membantu mengurangi efek samping pengobatan medis berat serta mempercepat regenerasi sel tubuh yang rusak.
Dengan komunikasi terbuka antara pasien, dokter, dan terapis, risiko interaksi negatif dapat diminimalisir demi keselamatan dan pemulihan total pasien. Mohamed Irwan menyoroti teknik akupunktur yang menstimulasi titik-titik saraf tertentu terhubung langsung dengan organ vital sehingga mampu memperbaiki fungsi biologis secara signifikan.
Pendekatan berbasis struktur tubuh ini menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia jangka panjang. Irwan mengingatkan bahwa keberhasilan terapi komplementer sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam menjalani proses penyembuhan secara utuh.
Tidak ada hasil instan dalam kesehatan holistik karena prosesnya melibatkan pembenahan seluruh aspek kehidupan. Hal ini mencakup pengaturan pola makan, manajemen emosi, dan perubahan gaya hidup secara menyeluruh.
Baca juga: https://gayahidup.rri.co.id/banjarmasin/kesehatan/2295825/terapi-komplementer-solusi-efisiensi-biaya-kesehatan-masyarakat
Analis Kebijakan Bakasbangpol, Yani Prasetya Hati, menegaskan pentingnya legalitas dan sertifikasi bagi setiap praktisi kesehatan holistik di Banjarmasin. Keberadaan izin resmi menjadi jaminan keamanan dan kredibilitas bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.
Keamanan publik menjadi prioritas pemerintah daerah sehingga masyarakat diminta hanya mengunjungi klinik yang memiliki izin resmi dan kredibilitas terjamin. Langkah pengawasan ini penting untuk mencegah malapraktik yang dapat merugikan kesehatan maupun materiil warga.
Masyarakat diajak lebih bijak merawat tubuh sebagai investasi paling berharga dengan memanfaatkan kearifan lokal dan sains kesehatan. Terapi komplementer hadir sebagai pendamping untuk mendukung pemulihan alami tubuh secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....