Pentingnya Makanan Halal dan Sehat saat Lebaran
- 23 Mar 2026 18:36 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pada momen Lebaran, masyarakat kerap mengabaikan konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, terlebih jika memiliki pantangan tertentu. Hal ini menjadi pembahasan dalam dialog Ragam Budaya Ruhui Barakatan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 21 Maret 2026.
Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) UIN Antasari, Muhammad Ikhlas, menjelaskan bahwa makna tayib adalah baik, bersih, dan suci. Dengan demikian, makanan tayib merupakan makanan yang bergizi, sehat, serta teruji kualitasnya secara medis dan kandungannya.
Sementara itu, Nur Nazwa Pratiwi yang juga mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) UIN Antasari, menyampaikan bahwa halal secara bahasa berarti diperbolehkan. Oleh karena itu, makanan halal adalah makanan yang bahan baku dan proses pengolahannya sesuai dengan ketentuan syariat.
Akademisi UIN Antasari, Dr. Hj. Amelia Rahmaniah, M.H., menyatakan bahwa saat ini produk yang beredar wajib memiliki sertifikat halal. Dari sisi pemerintah, sertifikasi tersebut menjadi jaminan bahwa produk telah memenuhi standar kehalalan.
Menurutnya, kriteria tayib sangat bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu. Meskipun suatu makanan halal, belum tentu makanan tersebut baik bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Terkait tayib, misalnya suatu makanan sudah halal, tetapi belum tentu baik bagi seseorang karena mengandung kolesterol tinggi,” ujarnya. “Namun bagi orang lain, makanan tersebut bisa saja tetap dinilai tayib karena tidak memiliki pantangan kesehatan.”
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam mengonsumsi makanan saat Lebaran. Selain memperhatikan aspek kehalalan, setiap orang juga perlu memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kondisi kesehatan tubuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....