Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Kenali Gejala dan Cara Cegah TBC
- 23 Mar 2026 11:36 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjelang peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada 24 Maret, masyarakat kembali diingatkan akan bahaya penyakit tuberkulosis (TBC). Karena masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
Dalam sebuah video edukasi yang diunggah kanal YouTube resmi RS Premier Bintaro, dr. Rantih Intani A Danita, Sp.P menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyebar ke organ lain seperti ginjal, tulang belakang, hingga otak.
Mengutip data World Health Organization, sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat TBC pada tahun 2020. Penyakit ini menempati urutan ke-13 penyebab kematian terbanyak secara global, serta menjadi penyakit menular paling mematikan kedua setelah COVID-19.
“Penularan TBC terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Karena itu, risiko tertinggi ada pada orang yang tinggal serumah dengan pasien,” ujar dr. Ranti.
Ia menambahkan, gejala TBC paru yang paling umum adalah batuk lebih dari tiga minggu, yang dapat disertai dahak bahkan darah. Selain itu, penderita juga kerap mengalami demam, nyeri dada, serta keringat berlebih di malam hari.
Dalam rangka pencegahan, masyarakat diimbau untuk melakukan vaksinasi BCG sejak dini, idealnya sebelum bayi berusia dua bulan. Selain itu, penggunaan masker di tempat ramai dan menghindari kontak dengan penderita TBC aktif juga menjadi langkah penting.
dr. Rantih Intani A Danita, Sp.P menegaskan bahwa TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan, asalkan pasien menjalani pengobatan secara rutin dan tuntas selama minimal enam bulan sesuai anjuran dokter. Ia mengingatkan bahwa ketidakpatuhan dalam pengobatan dapat menyebabkan resistensi obat, yang membuat bakteri menjadi kebal terhadap terapi standar.
Momentum Hari TBC Sedunia yang diperingati setiap 24 Maret menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, deteksi dini, serta kepatuhan dalam pengobatan guna menekan angka penyebaran penyakit ini.
“Jika mengalami gejala yang mengarah ke TBC, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” ucap dr. Rantih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....