Cegah Stunting Melalui Gizi dan Pola Asuh

  • 20 Feb 2026 18:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan anak serta memengaruhi kemampuan emosional, sosial, dan fisiknya. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dan dapat dicegah melalui perbaikan gizi, pola asuh yang tepat, serta akses terhadap sanitasi dan air bersih.

Menurut teori klasik H. L. Bloom (1974), status kesehatan seseorang dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni gaya hidup, lingkungan, pelayanan kesehatan, dan faktor genetik. Pada tumbuh kembang anak, faktor lingkungan dinilai paling berpengaruh karena berkaitan langsung dengan kondisi sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

Pertumbuhan mengacu pada peningkatan ukuran, jumlah sel, serta jaringan antarsel dalam tubuh anak. Sementara itu, perkembangan merupakan peningkatan kapasitas struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, dan keduanya berlangsung secara simultan.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui laman ayosehat.kemkes.go.id, lingkungan sosial memiliki norma dan nilai yang membentuk budaya masyarakat. Budaya tersebut memengaruhi pola pikir dan perilaku yang dapat mendukung maupun menghambat upaya pencegahan stunting.

Konstruksi sosial dalam masyarakat turut menentukan prioritas keluarga, tingkat pengetahuan, serta tanggung jawab dalam pengasuhan anak. Praktik budaya tertentu, seperti pola pemberian makan yang kurang tepat, pernikahan dini, dan pola asuh yang tidak optimal, dapat berkontribusi terhadap terjadinya stunting.

Perilaku ibu memegang peranan penting dalam proses pengasuhan karena anak membutuhkan perhatian dan dukungan penuh dalam masa pertumbuhan. Pengetahuan orang tua tentang gizi seimbang sangat menentukan kualitas asupan makanan, termasuk pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI yang cukup dari segi kuantitas, kualitas, serta variasinya.

Upaya pencegahan stunting memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta praktik pengasuhan yang baik, diharapkan angka stunting dapat ditekan dan anak-anak Indonesia tumbuh sehat serta optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....