Validasi Perasaan Anak Cegah Luka Batin

  • 27 Jan 2026 16:44 WIB
  •  Banjarmasin

​RRI.CO.ID, Banjarmasin – Program Inspirasi Kehidupan RRI Pro1 Banjarmasin pada Sabtu malam, 24 Januari 2026, menghadirkan psikolog Rimalia Karim sebagai narasumber. Siaran ini mengangkat tema luka batin yang kerap tidak terlihat secara fisik namun meninggalkan bekas dalam kehidupan seseorang.

Rimalia Karim menyampaikan bahwa kondisi emosional seseorang di masa dewasa merupakan hasil konstruksi pengalaman masa lalu. Faktor pembentuknya meliputi pola asuh orang tua, lingkungan, serta cara individu memaknai peristiwa hidup.

“Emosi yang kita tampilkan hari ini sesungguhnya adalah hasil dari apa yang kita pelajari sejak masa kecil,” ujarnya.

Rimalia menjelaskan bahwa luka emosional tidak selalu bisa dikatakan sembuh, melainkan melalui proses pemulihan. Ia menekankan bahwa pulih berarti seseorang tidak lagi merasakan sakit berlebihan ketika menghadapi situasi yang serupa dengan pengalaman traumatisnya di masa lalu.

“Kalau kita mendapatkan pemicu yang sama tapi sudah bisa merespons dengan lebih tenang, itu tandanya kita pulih,” katanya.

Dalam konteks keluarga, kurangnya validasi emosi terhadap anak menjadi salah satu faktor utama terbentuknya luka batin. Rimalia mencontohkan, ketika anak mengadu dan orang tua merespons dengan kalimat seperti “alah itu saja” atau “tidak perlu dipikirkan”, anak akan merasa perasaannya tidak penting.

“Anak yang jarang divalidasi perasaannya akan lebih rentan dimanipulasi, karena dia tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya tidak berharga,” ucapnya.

Rimalia mengimbau para orang tua diimbau untuk memahami perasaan anak tanpa harus membenarkan perilakunya. Melalui komunikasi yang empatik dan lingkungan keluarga yang aman secara emosional, rantai trauma dapat diputus dan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Validasi itu memahami perasaan, bukan membenarkan emosi,” ucap Rimalia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....