Kasus Hipertensi Naik, Waspadai Tanpa Gejala Awal

  • 10 Mei 2025 20:55 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN,Banjarmasin: Bulan Mei diperingati sebagai bulan kesadaran terhadap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah seseorang berada di atas batas normal, yaitu lebih dari 140 mmHg untuk sistolik dan lebih dari 90 mmHg untuk diastolik. (10/5/2025)

Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala awal, tapi bisa berdampak serius jika dibiarkan.Menurut data Kementerian Kesehatan, khususnya dari laporan Riset Kesehatan Dasar di Kalimantan Selatan, penyakit tidak menular seperti hipertensi saat ini mengalami peningkatan yang signifikan.

Selain hipertensi, penyakit lainnya yang juga meningkat adalah diabetes melitus, penyakit paru, dan penyakit jantung. Hal ini menjadi perhatian karena tren penyakit tidak menular sekarang justru lebih tinggi dibandingkan penyakit menular.

Dokter Pendidik Klinis Madya dari Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dr. Meldy Muzada Elfa, menyampaikan bahwa hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder.

“Untuk yang primer, secara teori belum diketahui penyebab pastinya, tapi diduga kuat akibat gaya hidup yang tidak sehat. Sedangkan hipertensi sekunder biasanya disebabkan oleh gangguan organ, seperti masalah pada ginjal,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa mayoritas kasus hipertensi adalah tipe primer. Meskipun tidak diketahui penyebab pastinya, faktor gaya hidup seperti konsumsi garam berlebih, kurang olahraga, merokok, dan stres berkepanjangan diyakini menjadi pemicu utama gangguan tekanan darah ini.

Untuk mencegah hipertensi, dr. Meldy mengimbau masyarakat agar menjaga pola hidup sehat. “Biasakan konsumsi makanan bergizi seimbang, kurangi makanan asin dan berlemak, serta rutin berolahraga. Selain itu, periksa tekanan darah secara berkala agar bisa dideteksi sejak dini,” katanya.

Ia juga berharap ke depannya angka penderita hipertensi bisa terus ditekan. Melalui edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat, diharapkan tren penyakit tidak menular dapat dikurangi secara bertahap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....