Mengenal Hoarding Disorder, Gangguan Mental Yang Tidak Disadari

  • 17 Jan 2025 19:42 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Hoarding disorder atau gangguan menimbun barang, adalah gangguan psikologis dengan ciri penderitanya memiliki kebiasaan menyimpan barang. Adanya keinginan kuat untuk menyimpan barang-barang sehingga sulit membuangnya dapat menyebabkan beberapa masalah lain yang ditimbulkan serta mengganggu kehidupan sehari-hari.

Perilaku penderita hoarding disorder ini dapat menyebabkan penyebaran infeksi penyakit karena lingkungan kotor, gangguan aktivitas rutin, tempat tinggal menjadi sempit dan terbatas. Karena timbunan barang tidak terpakai, tidak dapat mengelola stress, kesepian, rasa malu, rasa bersalah berlebih yang berujung depresi. Mereka kesulitan membuang dan m

erapikan barang, sangat cemas dan panik saat membuang barang karena merasa akan membutuhkan kembali barang tersebut dimasa yang akan datang, serta tidak mempercayai orang lain untuk menyentuh barangnya. Sebab memiliki nilai yang sentimental, unik, atau tidak tergantikan.

Fenomena ini mulai banyak dilihat dalam konten singkat sosial media di mana sebagai contoh ada ibu kos menggrebek salah satu kamar penghuni yang menimbulkan aroma kurang sedap dan mencurigai perilaku penyewa yang tertutup. Fakta mengejutkan terkuak ternyata isi kamarnya dipenuhi sampah, fasilitas kos tidak lagi berfungsi baik seperti kasur, dipan dan lemari mengalami rusak berat, kamar mandi penuh kotoran, dan hampir tidak ada ruang kosong untuk duduk atau bahkan berdiri sekalipun.

Gejalanya dapat dilihat dari sulitnya membendung perasaan untuk membuang barang khususnya barang tidak bernilai. Juga menumpuk barang dimana-mana yang membuat ruang tempat tinggal kacau, penderita merasa sangat nyaman dan aman berada di dekat barang-barang yang ditimbun.

Jika ada rekan kita atau anggota keluarga yang tempat tinggalnya berantakan dan sampah berserakan dimana mana. Perilakunya menunjukkan bahwa ia mendapat tekanan sosial misal dari sekolah, pekerjaan atau apapun, dapat dipastikan ia menderita hoarding disorder.

Hal ini berbeda dengan kebiasaan seseorang yang senang mengoleksi barang, biasanya mencari, menyusun dan memajangnya dengan sangat rapi, hoarding disorder justru kebalikannya. Barang yang ditimbun seringkali tidak berharga, bahkan layak buang dan berserakan membatasi ruang gerak seperti kamar, tempat tidur, dapur, kamar mandi.

Tidak jarang menimbulkan aroma tidak sedap karena berasal dari tempat atau perkakas untuk makanan basi bercampur dengan sarang hama penyakit. Seperti tikus, kecoa, lalat, belatung dan lain-lain.

Masalah kesehatan mental menjadi sangat sulit diobati karena banyak penderitanya tidak sadar jika dampaknya dapat membahayakan dan tingginya rasa bersalah/malu membuat dirinya segan untuk meminta bantuan orang lain. Mendorong mereka untuk mencari bantuan, memberikan pemahaman dampak perilaku menimbun barang dan membantu mereka mengatasi rasa malu atau bersalah adalah cara yang cukup efektif untuk mengatasinya.

“Cara efektif menurunkan dan menghentikan hoarding disorder adalah dengan mendapatkan penanganan dari ahli, bisa ke psikolog untuk mengubah mindset dan mengatasi ketakutan serta penyertaan gangguan lain yg biasanya menyertai hoarding disorder melalui konseling dan terapi psikologis yg intensif. Penderita juga dapat menemui psikiater utk mendapatkan pengobatan secara farmakologi,” ujar Shanty Komalasari seorang psikolog sekaligus dosen di UIN Antasari Banjarmasin, Jum’at (17/1/2025).

Terapi perilaku kognitif dapat mengobati penderitanya, selain itu ajari mereka mempelajari strategi decluttering, yaitu memutuskan kapan harus menyimpan atau membuang sesuatu, aktif mendiskusikan kebiasaan menimbun mereka, memberikan dukungan emosional, dan mendorong mereka untuk menemui bantuan profesional kesehatan mental. Itu adalah hal yang paling tepat untuk mengatasi problem hoarding disorder ini. Selain itu peran lingkungan juga penting untuk mendukung perubahan mindset dan perilaku dari penderita hoarding disorder.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....