Konferensi Internasional ULM Bahas AI untuk Masa Depan Pendidikan
- 28 Agt 2026 16:46 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Universitas Lambung Mangkurat menyelenggarakan konferensi internasional yang membahas kepemimpinan pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial pada 27 Agustus 2026.
- Konferensi dengan judul 'International Conference on Instructional Leadership Based on AI for a Gold Generation' diselenggarakan oleh FKIP ULM secara hibrida.
- Kecerdasan artifisial semakin menjadi bagian integral dari transformasi pendidikan untuk menghadapi perubahan cepat dan kompleks di era digital.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kecerdasan artifisial semakin hadir dalam berbagai ruang kehidupan, termasuk pendidikan yang kini menghadapi perubahan cepat dan kompleks. Menjawab perkembangan tersebut, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar konferensi internasional yang membahas kepemimpinan pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial.
International Conference on Instructional Leadership Based on AI for a Gold Generation digelar FKIP ULM pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung secara hibrida di Lecture Theater General Building ULM dan diikuti peserta melalui platform Zoom secara daring.
Forum tersebut membahas pemanfaatan kecerdasan artifisial sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan pembelajaran dalam menghadapi tantangan pendidikan global pada masa depan. Ketua Pelaksana, Dr. Noorhapizah, mengingatkan peserta bahwa kemajuan teknologi harus digunakan secara bijaksana demi kepentingan generasi mendatang.
“Marilah kita menjadikan konferensi ini sebagai kesempatan untuk berpikir melampaui batas dan bersama-sama membangun masa depan pendidikan,” ujarnya. “Masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh seberapa maju teknologi, tetapi juga oleh seberapa bijaksana kita menggunakan teknologi tersebut demi kebaikan generasi mendatang.”
Wakil Dekan Akademik FKIP ULM, Prof. Deasy Arisanty, menilai kepemimpinan pendidikan harus terus berkembang mengikuti perubahan lingkungan. Pemanfaatan teknologi perlu dilakukan secara bermakna dengan tetap mempertahankan nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan tanggung jawab dalam setiap pembelajaran.
“Kemajuan teknologi tidak dapat menggantikan peran kepemimpinan manusia dalam pendidikan,” ujarnya. “Kepemimpinan pembelajaran tetap memiliki peran penting dalam membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk terus belajar, aktif berpartisipasi, berpikir kritis, kreatif, adaptif, kolaboratif, etis, dan bertanggung jawab.”
Konferensi menghadirkan dua narasumber internasional serta menjadi ruang diskusi mengenai peluang dan tantangan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan modern. Pertukaran gagasan tersebut diharapkan membantu peserta memahami teknologi sekaligus memperkuat kepemimpinan pembelajaran yang adaptif, humanis, dan berkelanjutan.
Melalui konferensi tersebut, ULM menegaskan komitmen membangun pendidikan yang mampu beradaptasi menghadapi perubahan cepat pada era VUCA. Pemanfaatan kecerdasan artifisial diharapkan menjadi pendukung inovasi tanpa menghilangkan peran manusia sebagai pusat dalam proses pendidikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....