Hakteknas, Mengenang Kebangkitan Teknologi Anak Bangsa
- 10 Agt 2026 08:04 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Setiap 10 Agustus, Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional atau Hakteknas. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan bangsa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendorong lahirnya inovasi karya anak bangsa. Mengutip laman resmi Sekretariat Negara, sejarah Hakteknas berawal dari keberhasilan penerbangan perdana pesawat N-250 Gatotkaca pada 10 Agustus 1995 di Bandung.
Pesawat N-250 Gatotkaca merupakan pesawat turboprop rancangan asli industri pesawat terbang Indonesia atau IPTN, yang kini dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia. Menurut Sekretariat Negara, kode N pada N-250 berarti Nusantara, yang menunjukkan bahwa desain, produksi, dan perhitungan pesawat tersebut dikerjakan di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Indonesia saat itu memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi kedirgantaraan secara mandiri.
Wikipedia dalam catatan sejarah penerbangan N-250 menyebutkan, pesawat tersebut melakukan penerbangan perdana dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada 10 Agustus 1995. N-250 Gatotkaca juga menggunakan teknologi fly by wire, sebuah teknologi sistem kendali penerbangan yang tergolong maju pada masanya. Keberhasilan penerbangan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu merancang dan mengembangkan pesawat berteknologi tinggi secara mandiri.
Di balik proyek besar tersebut terdapat sosok B.J. Habibie, ilmuwan dan insinyur dirgantara yang memiliki peran penting dalam membangun industri penerbangan Indonesia. Habibie memimpin proyek pembuatan N-250 Gatotkaca dan menjadi salah satu tokoh utama dalam pengembangan industri kedirgantaraan nasional. Sebelumnya, para insinyur Indonesia juga memperoleh pengalaman melalui pengembangan pesawat CASA-212 dan CN-235 sebelum kemudian mengembangkan N-250 secara mandiri.
Keberhasilan penerbangan N-250 kemudian menjadi dasar penetapan 10 Agustus sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Berdasarkan keterangan Sekretariat Negara, Presiden Republik Indonesia menetapkan 10 Agustus sebagai Hakteknas melalui Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 1995 pada 6 Oktober 1995. Penetapan tersebut dimaksudkan untuk memberikan semangat kepada masyarakat agar terus menghasilkan dan mengembangkan teknologi dalam negeri.
Meski kemudian pengembangan N-250 menghadapi tantangan dan terhenti akibat krisis ekonomi 1998, pesawat tersebut tetap menjadi simbol kemampuan teknologi anak bangsa. Saat ini, salah satu prototipe N-250 diabadikan sebagai monumen di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta.
Kini, makna kebangkitan teknologi tidak lagi hanya berbicara tentang kemampuan membuat pesawat. Sekretariat Negara dalam peringatan Hakteknas menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi merupakan bagian penting untuk meningkatkan daya saing bangsa.
Semangat yang ditunjukkan melalui penerbangan N-250 pada 10 Agustus 1995 pun tetap relevan: Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan bangsa
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....