Kawasan Konservasi Pulau Curiak Perkuat Jejaring Riset Internasional ULM
- 27 Jul 2026 11:43 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Universitas Lambung Mangkurat mengembangkan Pulau Curiak di Barito Kuala sebagai laboratorium alam untuk pusat kolaborasi riset berbasis keberlanjutan.
- Akademisi Singapura James Poh Hee Kim, mantan Direktur Institutional Statistics Nanyang Technological University, melakukan kunjungan pada 25 Juli 2026 untuk menjajaki kerja sama penelitian lintas negara.
- Inisiatif ini merupakan komitmen ULM dalam memperkuat konservasi lahan basah Kalimantan melalui jejaring akademik internasional.
RRI.CO.ID, Barito Kuala - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui pengembangan kawasan konservasi Pulau Curiak di Kabupaten Barito Kuala. Laboratorium alam tersebut menjadi pusat kolaborasi riset berbasis keberlanjutan sekaligus penguatan konservasi lahan basah Kalimantan.
Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan akademisi asal Singapura, Mr. James Poh Hee Kim, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Mantan Direktur Institutional Statistics Nanyang Technological University tersebut meninjau kawasan konservasi sekaligus menjajaki peluang kerja sama penelitian lintas negara.
Didampingi jajaran pimpinan ULM, rombongan mengunjungi sejumlah titik konservasi di Pulau Curiak. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi ULM, Dr. Ir. H. Yusuf Azis, M.Si., mengatakan kawasan tersebut mengelola area konservasi sekitar 10 hektare dengan populasi bekantan mencapai 61 ekor.
"Kawasan ini juga menjalankan upaya konservasi biodiversitas untuk pelestarian berbagai jenis flora dan fauna," ujarnya. "Kami berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi maupun pihak swasta dapat terus ditingkatkan untuk memperkuat pengembangan kawasan ini."
James Poh Hee Kim menilai Pulau Curiak memiliki potensi besar sebagai laboratorium alam sekaligus pusat pembelajaran konservasi. Menurutnya, kawasan tersebut juga berpeluang dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis pendidikan dan penelitian.
"Kawasan ini merupakan lokasi yang luar biasa untuk pengembangan ekowisata sekaligus pusat pembelajaran konservasi bekantan," ujar James. "Penelitian di kawasan ini perlu terus dikembangkan agar perlindungan terhadap populasi bekantan dapat terus terjaga pada masa mendatang."
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi ULM untuk memperluas kolaborasi internasional di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan ekowisata berkelanjutan. Melalui kerja sama dengan akademisi mancanegara, Pulau Curiak diharapkan semakin dikenal sebagai pusat riset biodiversitas lahan basah Kalimantan.
ULM berharap kawasan konservasi Pulau Curiak terus menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya konservasi sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....