Pager: ketika Teknologi Tak Mampu Mengejar Perubahan Zaman

  • 21 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Di zamannya, bunyi “bip” dari sebuah pager mampu membuat seseorang panik, bergegas mencari telepon umum, atau segera menghubungi kantor. Benda kecil yang menempel di pinggang itu pernah menjadi simbol modernitas, terutama bagi dokter, wartawan, teknisi, hingga pebisnis pada era 1980-an hingga awal 2000-an. Namun kini, pager nyaris tinggal cerita. Generasi muda bahkan banyak yang tak pernah melihat bentuk aslinya.

Mengutip tulisan dari techdaily.id, sebelum telepon genggam menjadi barang umum, pager adalah alat komunikasi praktis. Bentuknya kecil, ringan, dan mampu menerima pesan singkat atau nomor telepon.

Ketika seseorang ingin menghubungi pemilik pager, mereka akan mengirim pesan melalui operator atau sistem tertentu. Setelah itu, pager berbunyi dan menampilkan nomor atau pesan singkat di layarnya.

Pada masa itu, teknologi ini dianggap revolusioner. Dokter di rumah sakit bisa segera dipanggil dalam keadaan darurat.

Wartawan dapat menerima informasi penting lebih cepat. Bahkan di beberapa kota besar, memiliki pager menjadi simbol gaya hidup modern.

Ketika telepon seluler mulai berkembang pesat pada akhir 1990-an, pager perlahan kehilangan fungsi utamanya. Ponsel menawarkan komunikasi dua arah secara langsung, bukan hanya menerima pesan.

Selain itu, SMS dan kemudian aplikasi pesan instan membuat pager semakin tertinggal. Kisah pager memberi pelajaran bahwa inovasi tidak hanya soal kecanggihan, tetapi juga soal waktu, kebutuhan, dan kemampuan beradaptasi.

Teknologi yang tidak berkembang mengikuti perubahan zaman akan mudah tergantikan, Namun di sisi lain, teknologi lama menyimpan nilai sejarah. Ia menjadi penanda bagaimana manusia terus berusaha mempercepat komunikasi, mempermudah pekerjaan, dan mendekatkan jarak.

Dari bunyi “bip” pager hingga notifikasi ponsel pintar hari ini, semuanya adalah bagian dari perjalanan panjang peradaban teknologi manusia. Meski begitu, keberadaan pager tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan komunikasi modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....