FOMO di Kalangan Anak Muda, Ini Dampak dan Cara Mengatasinya

  • 13 Mei 2026 16:53 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kini semakin akrab di tengah kehidupan generasi muda di era digital. Dalam dialog RRI Pro2 Banjarmasin pada Selasa, 12 Mei 2026, pembahasan menyoroti apakah FOMO merupakan sesuatu yang menyenangkan atau justru bersifat toxic.

Ahda Fithriani dari UIN Antasari menjelaskan bahwa kemunculan FOMO tidak terlepas dari pesatnya perkembangan media sosial. Menurutnya, media sosial memberikan banyak manfaat, namun juga membuka ruang perbandingan yang dapat memicu kecemasan berlebih.

“Media sosial bisa menjadi candu dan memicu rasa cemas saat membandingkan hidup dengan orang lain,” ujarnya. “Perasaan tertinggal inilah yang kerap membuat seseorang merasa kurang, meski sebenarnya telah memiliki banyak hal.”

Ia juga menjelaskan bahwa dampak FOMO tidak hanya menyentuh kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat terdorong untuk mengikuti tren demi diterima lingkungan, meski tidak sesuai dengan kemampuan pribadi.

“Dorongan seperti itu dapat membuat seseorang mengambil langkah yang merugikan secara finansial. Misalnya teman pergi ke kafe, padahal kita tidak mampu, tetapi tetap memaksakan ikut,” katanya.

Menurutnya, penting bagi setiap individu untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial setiap hari. Menjaga pendirian dan memahami kebutuhan diri menjadi langkah awal agar tidak mudah terbawa arus.

Ahda juga mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang autentik serta mensyukuri apa yang telah dimiliki. Dengan rasa syukur, seseorang dapat perlahan menjauh dari FOMO dan menjalani hidup yang lebih tenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....