Literasi Lemah, Pendidikan Terancam
- 04 Mei 2026 04:59 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Rendahnya budaya membaca menjadi ancaman serius bagi kualitas pendidikan saat ini
- Pendidikan yang hanya berorientasi formalitas dinilai mengabaikan esensi pemahaman ilmu
- Literasi yang lemah dapat berdampak pada cara berpikir masyarakat dan masa depan peradaban
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Rendahnya budaya membaca dinilai menjadi ancaman serius bagi kualitas pendidikan saat ini. Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari, Najib Irsyadi, M.Hum dalam dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin 4 Mei 2026.
Ia menyoroti bahwa pendidikan modern sering terjebak pada formalitas seperti gelar dan administrasi. Padahal, esensi pendidikan justru terletak pada kemampuan memahami ilmu secara mendalam.
“Ketika membaca hanya menjadi formalitas, maka ilmu kehilangan maknanya,” ujar Najib Irsyadi. “Padahal perintah iqra’ menuntut kesungguhan dalam memahami ilmu.”
Menurutnya, lemahnya literasi berdampak pada cara berpikir masyarakat yang cenderung instan. Hal ini membuat banyak orang sulit membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan.
“Banyak orang membaca, tetapi tidak memahami isi dan maknanya,” ucapnya. “Akibatnya, informasi mudah disalahgunakan dan menimbulkan kebingungan.”
Ia juga menekankan bahwa pendidikan tanpa nilai spiritual akan kehilangan arah. Membaca dalam Islam tidak bisa dilepaskan dari kesadaran kepada Tuhan.
“Membaca harus dilakukan dengan kesadaran kepada Allah, bukan sekadar mengejar pengetahuan dunia,” kata Najib Irsyadi. “Jika tidak, ilmu bisa menjauhkan manusia dari nilai kebaikan.”
Di akhir, ia mengingatkan bahwa kemajuan peradaban sangat ditentukan oleh kekuatan literasi. Tanpa budaya membaca yang kuat, sulit bagi suatu bangsa untuk berkembang.
“Sejarah membuktikan, peradaban besar lahir dari budaya membaca,” ujar Najib Irsyadi. “Jika literasi lemah, maka masa depan pendidikan juga terancam.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....