Fenomena "Math Anxiety" Mengancam Minat Belajar Anak

  • 03 Mei 2026 08:50 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Fenomena ketakutan anak terhadap matematika atau math anxiety kian mengkhawatirkan, terutama pascapandemi COVID-19 yang memicu learning loss (penurunan dalam kemampuan belajar). Kondisi ini dinilai berdampak pada menurunnya minat dan kepercayaan diri siswa dalam mempelajari matematika.

Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Muh. Fajaruddin Atsnan, M.Pd., dalam siaran Lentera Kehidupan di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 1 Mei 2026, mengungkapkan bahwa masalah ini berakar dari pengalaman belajar yang kurang menyenangkan. Menurutnya, relasi negatif antara anak dan matematika sering kali terbentuk sejak dini.

Atsnan menyebutkan, banyak anak yang pada awalnya tidak membenci matematika, namun berubah menjadi takut akibat perlakuan lingkungan yang kurang tepat. Sikap guru yang terlalu keras atau pelabelan negatif seperti “matematika itu sulit” menjadi faktor yang membuat anak enggan mencoba.

“Dari cinta menjadi benci, dari rindu menjadi takut. Kecemasan muncul setiap kali anak berhadapan dengan angka karena mereka pernah disalahkan atau dibandingkan,” ujar Atsnan.

Selain faktor psikologis, sistem pembelajaran yang terlalu kaku dan berfokus pada hafalan rumus juga memperparah kondisi tersebut. Anak sering dipaksa menghafal tanpa memahami konsep dan manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai, perlu adanya evaluasi terhadap materi esensial dalam kurikulum agar tidak terlalu membebani peserta didik. Matematika seharusnya dikembalikan pada fungsinya sebagai alat berpikir kritis yang relevan dengan realitas kehidupan anak.

Jika stigma negatif terus dipelihara, hubungan anak dengan matematika akan semakin menjauh. Dampaknya, kepercayaan diri anak dapat menurun dalam jangka panjang.

Sebagai solusi, Atsnan mengajak pendidik mengubah strategi pembelajaran menjadi lebih persuasif dan kreatif. Guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman secara psikologis agar minat anak terhadap matematika dapat tumbuh kembali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....