Laptop Lemot? Bisa Jadi Tanda Overheating
- 26 Nov 2025 19:03 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Laptop lemot sering dikira sekadar beban kerja perangkat, padahal bisa menjadi tanda suhu terlalu tinggi atau overheating. Kondisi ini jika dibiarkan, berpotensi memicu pelambatan sistem secara drastis hingga mempercepat kerusakan komponen dalam jangka panjang.
Teknisi IT yang bekerja di Lingkungan Instansi Pemerintah di Banjarmasin, Daud (33), mengungkap bahwa banyak pengguna tidak menyadari gejala awal overheating. “Suhu tinggi sering muncul diam-diam. Biasanya mulai dari performa turun, kipas makin kencang, sampai akhirnya laptop terasa berat bahkan untuk tugas sederhana,” ujarnya di Banjarmasin, pada Rabu (26/11/2025).
Daud menjelaskan, pemicu utamanya sering kali justru dari hal yang terkesan ringan. Seperti sirkulasi udara yang tertutup atau penumpukan debu di kipas pendingin.
“Banyak kasus panas berlebih itu bukan karena rusak, tapi laptopnya menanggung beban yang tidak seimbang dengan kemampuan pendinginannya. Ventilasi terhalang atau kipas kotor saja sudah bisa bikin suhu naik tinggi,” katanya.
Ia menyarankan agar menggunakan laptop di permukaan datar yang keras agar ventilasi tidak tertutup. Serta membersihkan debu di area kipas memakai kuas lembut atau blower manual, tanpa menyentuh komponen listrik secara langsung.
Selain itu, manajemen proses aplikasi juga penting. Menutup program yang tidak digunakan dan mengaktifkan mode hemat daya saat tidak memerlukan performa puncak, dapat membantu meredam lonjakan panas.
“Kalau kerjaannya lama dan perangkat mulai terasa panas, kipas pendingin eksternal itu sangat membantu. Ini bukan aksesoris, tapi alat bantu operasional yang berpengaruh,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa perawatan berkala sebaiknya tidak diabaikan, terutama pada perangkat operasional publik.
“Kalau di awal disepelekan, ujung-ujungnya bisa mahal. Karena bukan cuma lemotnya yang jadi masalah, tapi biaya penggantian perangkatnya nanti,” katanya.
Meski langkah mandiri dinilai aman sebagai pertolongan pertama, Daud mengingatkan agar pengguna tetap peka terhadap kondisi perangkat. Menjaga sirkulasi udara, kebersihan sistem pendingin, dan manajemen beban aplikasi, disebutnya sebagai kunci utama agar laptop tetap responsif dan stabil, sehingga produktivitas kerja tidak terganggu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....