Wajib Tahu! Beda Jejak Digital Aktif dan Pasif
- 20 Nov 2025 13:11 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin : Di era serba digital, setiap aktivitas online yang kita lakukan akan meninggalkan "jejak" yang tidak akan hilang, dikenal sebagai Jejak Digital. Peningkatan kesadaran mengenai jejak digital ini penting, terutama bagi generasi muda dan para pencari kerja, karena rekam jejak online dapat memengaruhi masa depan dan privasi.
Pakar digital mengingatkan, jejak digital terbagi menjadi dua jenis dan keduanya wajib dikelola dengan baik. Menurut Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, Jejak digital atau digital footprint, adalah tapak data yang tertinggal setelah beraktivitas di internet. Jejak ini dikelompokkan menjadi:
- Jejak Digital Aktif adalah data atau informasi yang dibagikan pengguna dengan sengaja melalui media sosial atau situs web.
- Jejak Digital Pasif adalah data atau informasi yang dikumpulkan dan pengguna tanpa sepengetahuan orang tersebu
Menurut Dr. Feri Sulianta dalam bukunya berjudul Jejak Digital Memahami dan Mengelola Reputasi di Era Digital, Salah satu cara melacak jejak digital adalah dengan melakukan pencarian nama sendiri di mesin pencari seperti Google. Hasil pencarian ini akan menampilkan informasi yang telah tersedia secara publik.
Selain itu, penggunaan layanan seperti Google Alerts memungkinkan pengguna untuk menerima pemberitahuan ketika informasi baru tentang mereka muncul di internet.
Untuk mengontrol jejak digital, pengguna harus secara berkala memperbarui pengaturan privasi pada akun mereka. Penting bagi pengguna untuk memahami kebijakan privasi layanan yang mereka gunakan.
Pendidikan tentang jejak digital juga harus diterapkan sejak dini. Individu perlu memahami bahwa setiap interaksi online memiliki konsekuensi jangka panjang. Oleh karena itu, menanamkan kesadaran tentang praktik digital yang bertanggung jawab sangat diperlukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....