Kenali Eror 404 dan 505, Penyebab Website Gagal

  • 30 Mei 2025 11:05 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Seiring semakin pesatnya pemanfaatan internet dalam kehidupan sehari-hari, berbagai tantangan teknis pun kerap dijumpai oleh masyarakat saat menjelajah situs web. Salah satu yang paling sering terjadi adalah munculnya pesan Error 404” dan Error 505 yang membingungkan banyak pengguna, terutama dari kalangan non-teknis.

Bagi masyarakat awam, pesan error ini bisa menimbulkan kesalahpahaman, seperti menganggap bahwa situs tersebut rusak atau bahkan diretas. Padahal, tidak semua error berarti ancaman.

Guru sekaligus praktisi IT dari salah satu sekolah menenga kejuruan yang mengajrkan jurusan Teknik Jaringan, Ahmad., menjelaskan bahwa pesan error tersebut merupakan bagian dari sistem standar komunikasi antara situs web dan perangkat pengguna.

Error 404 berarti halaman yang diminta tidak ditemukan. Ini bisa disebabkan karena alamat situs yang salah ketik, atau halaman tersebut memang sudah dihapus. Sedangkan Error 505 muncul jika server tidak mendukung versi protokol HTTP yang digunakan browser,” ujar Rafiq saat ditemui usai mengisi kuliah umum, Jumat (30/05/2025).

Ahmad menambahkan bahwa pemahaman mengenai jenis error seperti ini penting untuk memperluas literasi digital masyarakat. Menurutnya, sering kali pengguna mengira situs bermasalah, padahal bisa jadi hanya salah ketik URL atau koneksi sementara terganggu.

“Kalau muncul 404, coba cek lagi alamat situsnya. Kalau 505, biasanya urusannya ada di sisi server. Ini perlu disadari agar masyarakat tidak panik,kadang juga sering menyalahkan jaringan yang lambata atau lemot padahl terkadang bukan masalah dari jaringan nya” katanya.

Fenomena ini semakin sering terjadi karena meningkatnya aktivitas daring, mulai dari penggunaan layanan pemerintahan, perbankan, pendidikan, hingga belanja online. Oleh karena itu, Ahmad menilai edukasi digital menjadi sangat penting, terlebih dalam era transformasi digital yang semakin luas.

“Saya sering sampaikan ke pada anak murid untuk lebih melek terhadap hal-hal kecil dalam dunia teknologi begitu juga dengan harapan saya terhadap masyrakat yang kini sudah menjaah dunia teknologi,” ucapnya.

AhMad juga mendorong agar pengelola situs web, terutama yang menyediakan layanan publik, mulai menyisipkan pesan error yang lebih komunikatif dan bersahabat, sehingga pengguna lebih mudah memahami apa yang sedang terjadi.

“Kalau bisa beri tau apa yang salah untuk eror nya jangan cuman bertulisan Eror 404 kadang untuk sebagaian orang yang memahami IT mungkin akan paham tapi untuk masyarakat awam akandulit memahami apa yang terjadi dalam eror tersebut," ujarnay.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....