Jaringan Internet di Indonesia: Maju, Tapi Belum Merata

  • 29 Mar 2025 07:04 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Di era digital saat ini, akses internet telah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Dari sektor pendidikan, bisnis, hingga layanan publik, semuanya semakin bergantung pada koneksi internet yang stabil dan cepat. Meskipun teknologi jaringan terus berkembang, pemerataan akses internet di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah terpencil.

Pemerintah bersama penyedia layanan internet terus berupaya meningkatkan infrastruktur jaringan, termasuk pembangunan jaringan 5G di kota-kota besar. Namun, di banyak daerah pelosok, masyarakat masih bergantung pada jaringan 3G atau bahkan belum memiliki akses internet yang memadai.

Menurut Putra, seorang mahasiswa Sistem Informasi yang meneliti jaringan internet di Indonesia, kesenjangan akses ini dapat berdampak signifikan pada kehidupan masyarakat. "Di kota-kota besar, kita sudah menikmati internet cepat untuk belajar, bekerja, dan hiburan. Tapi di banyak desa, koneksi masih lambat atau bahkan tidak ada. Hal ini menyebabkan ketertinggalan, terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi digital," ujar Putra, Sabtu (29/03/2025).

Dari sisi pemerintah, berbagai proyek telah dijalankan untuk memperluas akses internet, seperti program Bakti Kominfo yang bertujuan menyediakan akses di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Selain itu, kehadiran satelit SATRIA-1 yang diresmikan tahun lalu diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di wilayah terpencil.

Namun, tantangan lain masih menghambat pemerataan akses, seperti harga paket internet yang relatif mahal dibandingkan dengan negara lain serta infrastruktur yang belum merata. Putra juga menyoroti bahwa keterbatasan akses internet memiliki dampak positif dan negatif.

"Dampak negatifnya, masyarakat di daerah terpencil kesulitan mendapatkan informasi terbaru dan bisa tertinggal dalam banyak aspek. Namun, ada juga sisi positifnya, yakni mereka bisa lebih terjaga dari pengaruh budaya luar yang kurang baik," ujarnya.

Sebagai mahasiswa Sistem Informasi, Putra berharap pemerataan akses internet dapat segera terealisasi. "Jika ada pepatah yang mengatakan 'buku adalah jendela dunia', maka internet juga dapat menjadi jendela dunia selain buku. Namun, pemerataan internet harus dibarengi dengan sosialisasi mengenai penggunaan yang baik, agar masyarakat dapat memanfaatkannya dengan bijak dan terhindar dari dampak negatif," katanya.

Dengan perkembangan teknologi dan investasi yang terus meningkat, masyarakat berharap bahwa dalam beberapa tahun ke depan, seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati koneksi internet yang cepat, stabil, dan terjangkau.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....