AI Deepseek, Pesaing ChatGPT yang Hadir dengan Keunggulan Baru

  • 27 Feb 2025 17:38 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin dirasakan dampaknya di kalangan mahasiswa, terutama mereka yang menempuh studi di jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi. Salah satu model AI terbaru yang menarik perhatian adalah Deepseek, yang kini disebut-sebut sebagai pesaing ChatGPT.

Ibrahim, seorang mahasiswa jurusan Sistem Informasi di Banjarmasin, mengungkapkan pengalamannya dalam menggunakan AI Deepseek. Menurutnya, AI ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan ChatGPT, terutama dalam aksesibilitasnya yang tidak terbatas dibandingkan versi berbayar ChatGPT.

"Kalau dari segi informasi, kurang lebih sama dengan ChatGPT. Namun, ChatGPT 4 itu berbayar dan memiliki batasan untuk pengguna gratis. Sementara Deepseek bisa digunakan sepuasnya tanpa biaya tambahan," ujar Ibrahim saat diwawancarai, Kamis (27/02/2025).

Namun, sebagai mahasiswa, Ibrahim juga melihat kekurangan yang dimiliki AI Deepseek. Karena bersifat open-source, AI ini mengharuskan pengguna untuk menjalankan modelnya sendiri di komputer lokal, yang bisa menjadi tantangan bagi mereka yang tidak memiliki perangkat dengan spesifikasi tinggi.

"Kalau dari sudut pandang pelajar biasa, Deepseek sudah cukup baik. Namun, kalau lebih teknis, karena open-source, kita perlu menjalankannya sendiri di komputer lokal," ujarnya.

Menurut Ibrahim, dari segi kecepatan, Deepseek dan ChatGPT memiliki performa yang hampir setara. Namun, ia berharap agar AI di masa depan bisa lebih transparan dalam menyajikan informasi dengan mencantumkan kredibilitas dan sumber dari setiap jawaban yang diberikan.

"Kalau AI bisa memberikan output dengan mencantumkan sumbernya, baik dari artikel jurnal atau blog yang kredibel, itu akan jauh lebih baik bagi mahasiswa dalam mencari referensi yang valid,"ucap Ibrahim.

Hadirnya teknologi AI di kalangan mahasiswa jurusan Sistem Informasi dan Teknik Informatika di Banjarmasin memang membawa manfaat besar. Ibrahim berharap bahwa pendidikan di bidang ini semakin relevan dengan perkembangan AI, tanpa menjadikan teknologi ini sebagai satu-satunya acuan dalam proses belajar mahasiswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....