Masjid Al-Jin, Destinasi Edukasi Sejarah dan Spiritualitas di Makkah

  • 11 Apr 2026 07:56 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Masjid Al-Jin menjadi destinasi edukasi sejarah dan spiritualitas jemaah umrah di Makkah.
  • Masjid Al-Jin menjadi bukti universalitas risalah Islam yang mencakup manusia dan makhluk gaib.
  • Selain fungsi spiritual, Masjid Al-Jin juga berfungsi sebagai Masjid Al-Haras atau pos penjagaan Makkah pada masa lampau.
  • Situs ini memiliki nilai historis penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah saw di Makkah.

RRI.CO.ID, Makkah – Penguatan pemahaman sejarah Islam di luar ibadah inti menjadi salah satu rangkaian city tour jemaah umrah di Makkah Al-Mukarramah. Masjid Al-Jin, yang berlokasi strategis di dekat Masjidil Haram, menjadi destinasi edukasi yang mengungkap interaksi Rasulullah saw dengan makhluk gaib sebagaimana tertuang dalam wahyu.

Muthowif Kamilah Travel, Ustaz Faisal, Jumat, 10 April 2026, menerangkan bahwa masjid ini merupakan situs turunnya Surah Al-Jinn yang mengonfirmasi pengakuan kaum jin terhadap keagungan Al-Qur’an. Situs tersebut menjadi bukti nyata bahwa risalah kenabian bersifat universal dan menjangkau seluruh alam, tidak hanya umat manusia.

“Masjid Al-Jin adalah monumen yang menandai titik baiat kaum jin kepada Rasulullah,” ujarnya. “Ini menjadi bukti kekuasaan Allah bahwa hidayah dapat menjangkau siapa saja yang mendengarkan kebenaran ayat-ayat-Nya.”

Selain nilai teologis, Ustaz Faisal menjelaskan fungsi historis masjid sebagai Masjid Al-Haras atau pos penjagaan keamanan Makkah pada masa lampau. Peran ganda ini menjadikan Masjid Al-Jin memiliki kedudukan penting, baik secara spiritual maupun dalam sejarah tata kelola kota suci.

Edukasi yang disampaikan juga mencakup aspek sejarah dan perkembangan fungsi kawasan tersebut pada masa awal Islam. Masjid ini menjadi bagian penting dari narasi perjalanan dakwah Rasulullah saw di Makkah.

Pemerintah Arab Saudi telah melakukan renovasi dan perawatan modern sebagai bentuk penghormatan terhadap situs bersejarah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian bangunan agar tetap dapat dinikmati oleh jemaah dari berbagai negara.

Perawatan tersebut memastikan jemaah dapat menyaksikan peninggalan sejarah awal abad ke-9 Masehi yang tetap terjaga di tengah modernisasi Makkah. Dengan demikian, Masjid Al-Jin tetap menjadi saksi bisu perjalanan spiritual dan sejarah peradaban Islam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....