Masjid Al-Fas-h Uhud, Warisan Sejarah Islam di Madinah

  • 08 Apr 2026 11:39 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Terletak di celah lembah Gunung Uhud, masjid ini menyimpan nilai sejarah penting terkait Perang Uhud dan keteladanan Nabi Muhammad saw serta para sahabat.
  • Nama “Al-Fas-h” diambil dari kata Tafassahu, yang berarti melapangkan, mengajarkan adab memberi ruang dan menghargai sesama Muslim.
  • Situs ini mengajarkan pentingnya adab, toleransi, dan saling melapangkan meski dalam situasi sulit.
  • Masjid Al-Fas-h menjadi tujuan edukasi sirah nabawiyah dan melengkapi narasi heroik para syuhada Perang Uhud.

RRI.CO.ID, Madinah – Kawasan Syi’b atau celah lembah sempit di Gunung Uhud menyimpan situs bersejarah bernama Masjid Al-Fas-h. Nama masjid ini mengandung pesan mendalam mengenai etika berkumpul dan kelapangan hati sesama Muslim.

Pendamping umrah (muthowif) dari Kamilah Travel, Ustaz Ahmad Muhammad, menjelaskan bahwa nama Al-Fas-h diambil dari kata “Tafassahu”, yang berarti melapangkan, sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Mujadila. Hal ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu memberi ruang dan menghargai sesama.

“Di celah sempit inilah para sahabat dahulu berusaha saling memberi ruang saat berada di dekat Rasulullah,” ujar Ustaz Ahmad saat memandu jemaah, Selasa, 7 April 2026. “Lokasi ini menjadi simbol kepedulian dan disiplin para sahabat dalam meneladani sunnah Nabi Muhammad saw.”

Sejarah mencatat bahwa Masjid Al-Fas-h juga menjadi tempat berlindung strategis bagi kaum Muslimin ketika situasi perang Uhud memburuk. Nabi Muhammad saw ditarik mundur oleh para sahabat ke lereng gunung untuk menghindari serangan kavaleri musuh.

“Di titik ini pula, Rasulullah saw mendapatkan perawatan medis darurat untuk memulihkan luka-luka di wajahnya,” ujar Ustaz Ahmad. “Para sahabat menjadikan tubuh mereka sebagai perisai hidup demi melindungi keselamatan sang pemimpin besar.”

Baca juga: https://berita.rri.co.id/banjarmasin/internasional/2317317/jejak-sejarah-nabi-muhammad-di-masjid-al-fas-h-madinah

Ustaz Ahmad juga menjelaskan, keunikan Masjid Al-Fas-h terletak pada karakter bangunannya yang tradisional dan harmonis dengan alam sekitar. Tidak terdapat ornamen megah, melainkan susunan batu sederhana yang mencerminkan kesahajaan masa lalu di tanah suci.

Kunjungan ke situs ini mengajarkan jemaah bahwa Islam sangat menjunjung tinggi adab dalam majelis. Meskipun berada dalam situasi genting, perintah untuk saling melapangkan dan menghargai tetap harus dijalankan.

Hingga kini, Masjid Al-Fas-h menjadi destinasi penting bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah sirah nabawiyah. Keberadaannya juga melengkapi narasi heroik para syuhada yang gugur di medan perang Uhud ribuan tahun silam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....