Teuku Zakaria, Seniman Agung Negara Berdarah Lhokseumawe
- 30 Sep 2024 09:50 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: P. Ramlee, yang lahir dengan nama Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh, merupakan salah satu seniman paling berpengaruh di Malaysia. Dikenal sebagai Seniman Agung Negara, beliau berdarah Lhokseumawe, Aceh, dan meninggal dunia pada 29 Mei 1973 akibat serangan jantung pada usia 44 tahun. Meninggalkan warisan yang tak ternilai, P. Ramlee dikenang bukan hanya sebagai aktor terkemuka di era 1950-an, tetapi juga sebagai penyanyi dan pencipta lagu yang memiliki lebih dari 400 lagu, termasuk kolaborasi bersama mendiang istrinya, Saloma.
Keberadaan P. Ramlee tidak hanya terkenal di Malaysia, tetapi juga meluas hingga ke Asia Tenggara sampai ke Hong Kong dan Jepang. Keistimewaannya dalam dunia seni menjadikannya tokoh ikonik yang dihormati, dengan lebih dari 60 film yang dibintanginya. Namun, banyak yang tidak mengetahui bahwa di balik kesuksesannya, terdapat dimensi spiritual yang mendalam.
Para ustadz dan guru di Malaysia menganggap P. Ramlee sebagai seorang Waliyullah yang mana beliau sendiripun tidak menyadari dirinya wali, mengingat beliau pernah belajar ilmu Tauhid dan Kesufian dari Syeikh Haji Abdullah Fahim, pendiri Sekolah Agama Daeratul Maarifatul Wataniah di Kepala Batas, Pulau Pinang.
Makam P. Ramlee terletak di Perkuburan Muslim Jalan Ampang, Kuala Lumpur, bersebelahan dengan Saloma Bridge yang dinamai sesuai dengan almarhumah istrinya. Setiap tahun, makam ini menjadi lokasi ziarah bagi berbagai kalangan, termasuk negarawan, artis, dan masyarakat umum yang ingin mengenang jasa-jasanya. Ketika seseorang mengunjungi makam ini, mereka tidak hanya datang untuk menghormati seorang seniman, tetapi juga untuk merasakan aura positif yang menyelimuti tempat tersebut.
Kedatangan pengunjung ke makam P. Ramlee juga sering disertai oleh cerita-cerita inspiratif. Awan seorang pengunjung dari Banjarmasin saat menziarahi makam tersebut menceritakan Pengalamannya. Saya ada keluarga di Ampang memberitahu bahwa P. Ramlee adalah seorang wali yang memilih jalur seni. Jadi bareng sama saudara angkat habis jalan jalan di Saloma Brigde langsung ziarah malam terakhir sebelum pulang ke Indonesia.
Pengalaman berziarah tersebut menjadi momen yang tak terlupakan bagi mereka. Meski hanya berdua, mereka merasakan kedamaian dan tidak merasa seram, berkat suasana yang hidup dan hangat.
"Insya Allah, tahun depan saya akan kembali ke sini bersama keluarga," ujar Wana menegaskan komitmennya untuk terus mengenang sosok P. Ramlee yang telah banyak memberikan warna dalam dunia seni dan budaya Malaysia dan Indonesia.
Dengan segala jasa dan pengaruh yang telah ditinggalkannya, P. Ramlee terus dikenang sebagai seorang seniman yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi banyak orang. Makamnya menjadi saksi bisu perjalanan hidup seorang Waliyullah yang memilih jalur seni, membuktikan bahwa seni bisa menjadi medium untuk menyebarkan pesan-pesan spiritual dan kebaikan kepada masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....