Gerakan Sapa Literasi Jadi Benteng Cegah Narkoba di Banjarbaru
- 19 Agt 2026 15:41 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Literasi berkembang melampaui sekadar membaca buku menjadi pilar penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial.
- Kota Banjarbaru meluncurkan Gerakan Sapa Literasi Tahun 2026 bersamaan dengan Bedah Buku dan Pengukuhan Duta Baca serta Bunda Literasi di tingkat kecamatan-kelurahan.
- Kegiatan ini berfokus pada pembedahan substansi buku pedoman pencegahan narkoba untuk memperkuat peran pegiat literasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Literasi tidak lagi sekadar tentang membaca buku, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Bedah Buku yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Duta Baca Kota Banjarbaru dan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan-Kelurahan serta Peluncuran Gerakan Sapa Literasi Tahun 2026 di Aula Gawi Sabarataan, Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk membedah substansi dan gagasan dalam buku pedoman pencegahan narkoba. Forum ini sekaligus memperkuat peran pegiat literasi dalam menyampaikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat.
Persoalan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan pencegahan yang tidak hanya mengandalkan penindakan. Diperlukan analisis mendalam, pemahaman terhadap pola sosial, serta strategi komunikasi yang efektif agar pesan bahaya narkoba dapat diterima masyarakat, khususnya generasi muda.

Kepala BNN Kota Banjarbaru, Dr. Arif Wahyu Bibitharta, mengatakan perkembangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kota Banjarbaru perlu menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data yang dimiliki, terdapat peningkatan jumlah pengguna narkoba dengan tren prevalensi yang terus mengalami kenaikan hingga catatan 2025.
“BNN Kota Banjarbaru gencar melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat untuk membangun ketahanan agar memiliki kesadaran dan kemampuan menolak narkoba,” ujarnya. “Rehabilitasi bagi mereka yang sudah terjerat penyalahgunaan narkoba serta penindakan tegas terhadap peredaran gelap narkoba juga terus dilakukan.”
Menurut Arif, upaya pencegahan dan penanganan narkoba tidak dapat berjalan sendiri. BNN Kota Banjarbaru membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk para penggerak literasi yang memiliki ruang strategis dalam membangun kesadaran publik.
“Peran aktif dari Bunda Literasi dan Duta Baca yang ada di Kota Banjarbaru sangat diharapkan,” katanya. “Mereka dapat membantu menyosialisasikan pesan-pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat.”

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, mewakili Wali Kota Banjarbaru, berharap bedah buku tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi. Menurutnya, kegiatan itu harus mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi hingga masyarakat.
“Dari sinilah kita juga meluncurkan Gerakan Sapa Literasi, yaitu sinergi akses perpustakaan dan aktivitas literasi,” ujarrnya. “Menyapa, mendekat, dan mencerdaskan, karena Sapa Literasi adalah cara kita mendatangi masyarakat dan mengajak mereka kembali gemar membaca.”
Gerakan Sapa Literasi menjadi langkah nyata untuk mendekatkan perpustakaan dan aktivitas membaca kepada masyarakat. Literasi didorong tidak hanya berlangsung di ruang formal, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat sebagai sarana edukasi, pemberdayaan, dan penguatan karakter.

Kolaborasi antara BNN Kota Banjarbaru, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Bunda Literasi, Duta Baca, unsur Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam gerakan tersebut. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Komitmen tersebut menegaskan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab satu perangkat daerah. Literasi merupakan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan tangguh menghadapi berbagai ancaman, termasuk bahaya narkoba.
Melalui Gerakan Sapa Literasi, Banjarbaru tidak hanya mengajak masyarakat kembali gemar membaca, tetapi juga menjadikan pengetahuan sebagai benteng perlindungan bagi generasi muda. Gerakan ini diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya masa depan Banjarbaru yang lebih sehat dan berkualitas. (Yds/Adi/Orz/MedCenBJB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....