Salat Jumat Perdana Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Dipadati Jemaah

  • 15 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Sehari setelah diresmikan pada Puncak Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, mulai difungsikan melalui pelaksanaan salat Jumat perdana, Jumat, 14 Agustus 2026. Pelaksanaan salat Jumat tersebut menjadi bagian dari inisiatif Gubernur Kalsel H. Muhidin untuk menghidupkan masjid sekaligus mendorong pemanfaatannya sebagai pusat kegiatan keagamaan.

Salat Jumat perdana diikuti sejumlah pejabat daerah dan masyarakat, di antaranya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol. Noviar, Kabinda Kalsel Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan, serta jajaran Forkopimda Kalsel. Hadir pula Sekretaris Daerah Kalsel H. M. Syarifuddin, para kepala SKPD, tenaga ahli gubernur, jajaran Pemprov Kalsel, dan masyarakat.

Dalam pelaksanaan salat Jumat tersebut, H. Ahmad Sawiti bin Masykur bertindak sebagai imam, sedangkan KH. Ahmad Tarhib bin KH. Abdussyukur menjadi khatib. Salat Jumat berlangsung khidmat dan diikuti jemaah dari berbagai unsur.

Gubernur Kalsel H. Muhidin berharap salat Jumat di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dapat dilaksanakan secara rutin dan semakin banyak diikuti masyarakat. Ia juga mendorong masjid tersebut dimanfaatkan untuk salat lima waktu, khususnya oleh ASN yang beraktivitas di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.

“Mudah-mudahan ini terus-menerus kita salat Jumat di sini dan selalu kita ramaikan,” ujar Muhidin. Ia menilai keberadaan masjid tersebut perlu dihidupkan dengan berbagai kegiatan ibadah agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Muhidin juga menggagas pengembangan kawasan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai Islamic Center. Menurutnya, keberadaan masjid dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah.

“Kita rencanakan dan kita cari formatnya untuk menjadi Islamic Center. Jadi, bisa digunakan nanti untuk kegiatan-kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Menurut Muhidin, sejumlah fasilitas di sekitar masjid, seperti plaza dan gazebo, dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan. Konsep pengelolaan kawasan tersebut akan disiapkan agar masjid dapat menjadi ruang kegiatan yang aktif dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Nanti kita konsep dan susun formatnya terlebih dahulu,” ujarnya. "Diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel."

Dimulainya salat Jumat perdana menandai langkah awal pemanfaatan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai ruang ibadah dan kegiatan keagamaan. Ke depan, keberadaannya diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh ASN maupun masyarakat Banua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....