Karhutla Mengancam, Wisata Tahura Sultan Adam Ditutup

  • 06 Agt 2026 11:11 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menutup sementara kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di Mandiangin, Kabupaten Banjar, menyusul terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan tersebut. Penutupan mulai diberlakukan pada Kamis 6 Agustus hingga waktu yang belum ditentukan sebagai langkah mitigasi sekaligus mendukung upaya pengendalian karhutla.

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Rabu 5 Agustus siang. Titik awal api terpantau berada di kawasan Villa Tengger. Berkat respons cepat petugas gabungan, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke kawasan hutan konservasi Tahura Sultan Adam.

Proses pemadaman melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, UPTD Tahura Sultan Adam, Manggala Agni, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kabupaten Banjar, TNI Koramil Karang Intan, Polsek Karang Intan, BPK Mandiangin, Masyarakat Peduli Api (MPA). Serta dukungan Satgas Udara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, mengapresiasi sinergi seluruh personel yang terlibat dalam pengendalian karhutla. "Keselamatan kawasan hutan adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam upaya pengendalian karhutla di Tahura Sultan Adam," ujarnya.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas instansi menjadi faktor utama keberhasilan mencegah api meluas ke kawasan konservasi. Menurutnya, langkah mitigasi akan terus diperkuat agar penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan optimal.

Selain dampak kebakaran, penutupan sementara juga dimanfaatkan untuk pembangunan jalan rintisan yang akan difungsikan sebagai jalur akses Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Untuk menuju titik-titik rawan kebakaran.

"Keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilisasi personel, peralatan, dan armada pemadam sehingga proses penanganan karhutla menjadi lebih efektif sekaligus memperkuat perlindungan kawasan konservasi," katanya.

Dinas Kehutanan Kalsel mengimbau masyarakat agar mematuhi kebijakan penutupan sementara Tahura Sultan Adam serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat segera ditangani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....