PUPR Kalsel Siapkan Solusi Permanen Atasi Jalan Martapura Lama yang Kerap Ambles
- 15 Jul 2026 12:19 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, - Amblesnya kembali ruas Jalan Veteran Km 5,5 atau Jalan Martapura Lama di kawasan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Rabu 15 Juli 2026 mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan penanganan permanen. Hal ini agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, mengatakan penanganan darurat telah dilakukan dengan memasang rambu-rambu pengaman. Serta menurunkan tim teknis bersama Konsultan Manajemen Proyek (KMP) untuk mengkaji penyebab amblesnya badan jalan.
Dari hasil kajian lapangan, amblesnya jalan kembali dipicu gerusan sungai yang menyebabkan pergeseran tanah di bawah badan jalan hingga memunculkan retakan. Sambil menyiapkan solusi jangka panjang, PUPR Kalsel segera melakukan perbaikan darurat melalui pekerjaan rutin.
Penanganan dilakukan dengan membongkar badan jalan yang rusak, memasang cerucuk galam sebagai penguat tanah, dilanjutkan pemasangan geotekstil sebelum dilakukan penimbunan dan pemadatan secara bertahap. Menurut Yasin, proses tersebut memerlukan waktu karena kondisi tanah harus dipastikan stabil sebelum dilakukan pengaspalan kembali. Penanganan sementara diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan.
"Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, PUPR Kalsel juga berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas terkait kemungkinan penutupan sementara ruas jalan. Selama proses perbaikan, arus kendaraan dapat dialihkan melalui Jalan Rahayu yang telah disiapkan sebagai jalur alternatif," katanya.
Lebih jauh, Yasin mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembangunan struktur pengaman berupa siring atau pile slab di sepanjang sisi sungai sebagai solusi permanen. Namun, rencana tersebut membutuhkan pembebasan lahan serta perencanaan teknis yang matang sehingga belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Ia menjelaskan, kerusakan yang berulang di Jalan Martapura Lama dipengaruhi kondisi geografis karena ruas jalan berada tepat di tepi sungai. Gerusan air secara terus-menerus mengakibatkan tanah bergeser, terutama saat musim kemarau ketika kadar air dalam tanah berkurang sehingga daya ikat tanah melemah.
"Pola kerusakan serupa juga pernah terjadi di lokasi yang sama pada 2024 dan kini juga ditemukan di wilayah Lampihong. Karena itu, PUPR Kalsel menilai penanganan permanen menjadi kebutuhan mendesak agar akses transportasi di kawasan tersebut tetap aman dan tidak terus mengalami kerusakan berulang," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....