Pemprov Kalsel Bekali Anak Putus Sekolah Dengan Skill Digital
- 17 Jun 2026 13:57 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Harapan baru dibuka bagi puluhan anak putus sekolah di Kalimantan Selatan melalui pelatihan keterampilan digital yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kalsel. Bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kalsel, Rabu 17 Juni.
Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari 20 anak laki-laki dan 20 anak perempuan mengikuti pelatihan yang berlangsung di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai hak-hak anak. Trtapi juga dibekali kemampuan pemasaran digital dan pengenalan produk sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan usaha di era digital.
Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan agar mampu membangun masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, keterampilan digital kini menjadi kebutuhan penting karena mampu membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi dan kemandirian. “Anak-anak perlu memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan memahami pemasaran digital, mereka memiliki peluang untuk mengembangkan potensi diri dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan,” ujarnya.
Husnul menambahkan, keberhasilan menciptakan generasi yang mandiri tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih cerah.
Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Pendidikan BKOW Kalsel, Nuril Huda, menilai pelatihan digital menjadi langkah strategis karena teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Ia berharap anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, hingga peluang ekonomi.
“Telepon genggam yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari juga bisa menjadi sarana belajar, berkarya, bahkan menghasilkan pendapatan jika dimanfaatkan dengan baik,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan memiliki bekal keterampilan praktis yang dapat menjadi jalan menuju kemandirian. Di tengah tantangan pendidikan yang mereka hadapi, kemampuan digital dinilai mampu menjadi jembatan untuk membuka peluang baru, memperkuat daya saing, dan menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....