Pemprov Kalsel Bikin Inovasi Dongkrak PAD lewat Forester Cafe

  • 02 Jun 2026 07:54 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset milik daerah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan meresmikan Forester Cafe 3 di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Senin 1 Juni.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kalsel, Subhan Noor Yaumil, mengatakan kehadiran kafe tersebut tidak hanya menjadi ruang terbuka dan tempat rekreasi bagi masyarakat maupun aparatur sipil negara. Tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap PAD.

Menurutnya, inovasi pemanfaatan aset daerah menjadi penting di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlangsung pada 2026 hingga 2027. "Kita harapkan kafe ini bisa menambah pemasukan PAD di tengah efisiensi anggaran tahun 2026-2027 dan ini menjadi inovasi untuk menambah PAD kita," ujar Subhan.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, menjelaskan pembukaan Forester Cafe 3 dilatarbelakangi keberhasilan dua cabang sebelumnya yang menerapkan sistem bagi hasil dan sewa tempat sebagai bentuk optimalisasi aset milik pemerintah daerah. Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun terakhir, pendapatan dari pengelolaan kafe terus mengalami peningkatan sehingga mendorong pengembangan usaha serupa di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel.

"Skemanya adalah bagi hasil dan sewa tempat kepada aset yang dimiliki Pemprov Kalsel. Pendapatannya terus meningkat, sehingga ini menjadi peluang untuk mendukung peningkatan PAD," katanya.

Selain berorientasi pada pendapatan daerah, Forester Cafe juga mengusung konsep pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Produk kopi dan berbagai menu yang disajikan berasal dari hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang diproduksi kelompok tani binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Dengan konsep tersebut, keberadaan kafe tidak hanya mendukung optimalisasi aset pemerintah, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi produk masyarakat sekitar hutan.

Fathimatuzzahra menegaskan, pengembangan jaringan Forester Cafe sejalan dengan arahan Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan agar seluruh aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD. "Adanya kafe ini otomatis penjualan produk kelompok tani juga meningkat. Jadi manfaatnya tidak hanya untuk PAD, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....