Museum Lambung Mangkurat Dorong Ruang Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
- 16 Mei 2026 12:10 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru mulai mendorong konsep edukasi budaya yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan pelatihan bahasa isyarat dalam program Belajar Bersama Museum tahun 2026.
Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Tetapi juga harus menjadi ruang bersama yang terbuka bagi semua kalangan.
Menurutnya, kegiatan inklusif seperti pelatihan bahasa isyarat menjadi langkah awal menjadikan museum. sebagai pusat interaksi budaya. Serta edukasi masyarakat.
"Kami harap Museum Lambung Mangkurat dapat berkembang menjadi basecamp para pegiat seni dan budaya di Kalimantan Selatan. Juha sekaligus menghadirkan lebih banyak kegiatan yang ramah bagi kelompok berkebutuhan khusus,"katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Edy Suwarto menilai museum modern harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Ia menegaskan, museum saat ini dituntut lebih kolaboratif, inovatif, dan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Selain itu, kegiatan edukasi budaya dinilai penting untuk membantu meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan Kalimantan Selatan yang saat ini mengalami penurunan. Khususnya pada aspek ekspresi budaya dan pendidikan.
Edy pun mendorong pengelola museum menghadirkan program-program kreatif dan tidak berjalan dengan pola yang monoton. “Jangan business as usual. Museum harus lebih inovatif dan berpihak pada inklusivitas masyarakat,” katanya..
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....