SBK Sasirangan Wakili Kalsel di Women Ecopreneurs Market Day Bali
- 14 Mei 2026 13:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dekranasda Kota Banjarbaru, SBK Sasirangan, sukses mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang Women Ecopreneurs Market Day yang digelar pada 9 Mei 2026 di Sudamala Resort, Sanur, Bali.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Women Ecopreneurs Lab yang diinisiasi oleh Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF). Program tersebut bertujuan mendukung perempuan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sejak 2025, para ecopreneur perempuan dari berbagai daerah di Indonesia telah mengikuti pendampingan menggunakan panduan WEA Eco-Entrepreneurship Toolkit. Program ini menjadi wadah penguatan kapasitas usaha berbasis keberlanjutan.
SBK Sasirangan sebagai wakil Kalimantan Selatan membawa misi pelestarian budaya melalui produk sasirangan berbasis pewarna alami. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menjaga warisan tekstil tradisional yang ramah lingkungan.

Pemilik SBK Sasirangan, Reni Andrina Rahmawati, mengatakan keikutsertaan dalam ajang ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang riset pasar menuju pasar global.
“Melalui event ini, selain melakukan lokakarya dan penjualan produk sasirangan pewarna alam,” kata Reni. “Kami juga melakukan riset pasar untuk meraih pasar global melalui toolkit yang dirancang oleh Women’s Earth Alliance (WEA) Indonesia.”
Selain memproduksi kain berbahan alami, SBK Sasirangan juga melakukan penanaman kembali tanaman bakau dan indigofera. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan bahan baku sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Usaha ini juga berdampak pada pemberdayaan perempuan lokal Banjarbaru melalui pelatihan keterampilan. Para perempuan dilibatkan dalam proses produksi sehingga memperoleh penghasilan yang berkelanjutan.

Perwakilan WEA Indonesia, Melisa, menegaskan bahwa Market Day menjadi ruang penting bagi pelaku usaha akar rumput. Kegiatan ini membuka akses pasar, jejaring, serta peluang rantai pasok yang lebih luas.
“Market Day menjadi ruang pembuktian bagi mereka. Di sinilah mereka melakukan riset pasar secara langsung, mendapatkan masukan dari para pembeli,” ujarnya.
Women Ecopreneurs Market Day juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran produk, lokakarya, hingga sesi jejaring bisnis. Acara ini mempertemukan inovasi UMKM perempuan dengan pasar yang lebih luas.
Partisipasi SBK Sasirangan menunjukkan bahwa produk lokal Banjarbaru memiliki daya saing tinggi. Selain bernilai ekonomi, produk tersebut juga membawa nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan. (Orz/MedCenBjb)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....