Wali Kota Banjarbaru Resmikan Bank Sampah “SIPALUI” dan Digitalisasi Sekolah

  • 08 Mei 2026 18:42 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, meresmikan Bank Sampah “SIPALUI” sekaligus Program Digitalisasi Sekolah di SDN 3 Kemuning, Jumat, 8 Mei 2026. Program ini merupakan kolaborasi antara Bank Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarbaru yang menggabungkan kepedulian lingkungan dengan penguatan literasi keuangan di dunia pendidikan.

Bank Sampah “SIPALUI” memiliki keunggulan pada sistem digital yang terintegrasi dengan produk SIMPEL (Simpanan Pelajar) Bank Kalsel. Hasil penjualan sampah siswa tidak lagi diberikan secara tunai, melainkan langsung masuk ke rekening tabungan masing-masing siswa.

Sistem ini diharapkan dapat mendorong siswa lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, juga menumbuhkan budaya menabung sejak usia dini melalui kegiatan pengelolaan sampah.


Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarbaru menegaskan bahwa program ini menjadi upaya nyata membangun karakter generasi muda. Edukasi dilakukan melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dikaitkan dengan nilai ekonomi.

“Melalui program ini, para siswa tidak hanya melek teknologi melalui ekosistem digital sekolah, tetapi juga memiliki literasi dan karakter keuangan yang baik melalui tabungan SIMPEL,” ujar Wali Kota Banjarbaru. “Selain itu, program ini juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.”

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat meresmikan Bank Sampah SIPALUI dan Program Digitalisasi Sekolah di SDN 3 Kemuning, Jumat, 8 Mei 2026. (Foto: Hfz/Yds/MedCenBJB)

Selain pengelolaan sampah, siswa juga diarahkan untuk mengolah limbah menjadi produk kerajinan. Hasil karya tersebut dapat dipasarkan secara langsung maupun melalui platform digital.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga turut membeli hasil karya siswa yang telah diolah menjadi hiasan pajangan. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta didik.

Program ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pendidikan, lingkungan, dan literasi keuangan. Sekaligus menjadi model pembelajaran berbasis karakter di Kota Banjarbaru. (Hfz/Yds/MedCenBJB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....