Pemko Banjarbaru dan Kemenhub Perkuat SDM Transportasi lewat Kerja Sama

  • 30 Apr 2026 21:29 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan RI menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Banjarbaru. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sektor transportasi melalui pengembangan sumber daya manusia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL), Jakarta Selatan, Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Kesepakatan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan dua Perjanjian Kerja Sama (PKS). Pertama antara Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD dengan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam pemenuhan SDM transportasi darat.

Kedua, kerja sama antara Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan dengan Pemerintah Kota Banjarbaru yang berfokus pada penguatan SDM di bidang keselamatan transportasi. Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan transportasi tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.


Kerja sama ini mencakup tiga fokus utama, yakni pengembangan kompetensi SDM, sinkronisasi kajian teknis pusat dan daerah, serta pemanfaatan fasilitas pendidikan dan pelatihan milik Kementerian Perhubungan. Fokus tersebut diharapkan mampu mendukung konektivitas wilayah secara menyeluruh.

Kepala BPSDMP Kementerian Perhubungan RI, Suharto, menegaskan pentingnya peran SDM dalam sektor transportasi. Menurutnya, kualitas layanan transportasi sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

“Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern,” ujarnya. “Selain itu, sistem transportasi juga harus aman, dan efisien.”


Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas di Kota Banjarbaru.

“Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru dihadapkan pada tantangan mobilitas yang semakin kompleks dan dinamis,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan fasilitas pendidikan dan pelatihan di lingkungan BP2TL Jakarta. Peninjauan ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dalam mencetak SDM transportasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi Banjarbaru. Selain itu, sinergi ini dapat menjadi model kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun sistem transportasi nasional yang berdaya saing. (Tim Liputan/MedCenBJB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....