Banjarbaru Perkuat Pengelolaan Sampah ke Kementerian Lingkungan Hidup
- 03 Apr 2026 19:06 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan keseriusannya dalam membenahi tata kelola lingkungan melalui langkah strategis ke tingkat nasional. Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bersama camat dan lurah se-Kota Banjarbaru melakukan kunjungan ke Kementerian Lingkungan Hidup RI, Jumat, 3 April 2026.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat kinerja pengelolaan sampah serta mendorong inovasi berbasis pemilahan dari sumber. Rombongan diterima langsung Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.
Wali Kota Lisa sengaja melibatkan camat, lurah, serta SKPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup. Langkah ini dilakukan agar jajaran di tingkat pelayanan memahami arah kebijakan nasional dan praktik terbaik pengelolaan sampah.

Selain pertemuan resmi, rombongan juga dijadwalkan melakukan studi tiru ke Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Lokasi tersebut dinilai berhasil menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Lisa menegaskan kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperoleh arahan dari pemerintah pusat. Hal tersebut guna mempercepat perbaikan sistem pengelolaan sampah di Banjarbaru.
“Kota Banjarbaru akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, baik dari aspek pengurangan, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan akhir,” ujar Lisa.

Menurutnya, hasil pembelajaran dari studi tiru di Kelurahan Rorotan akan diadopsi dan diterapkan secara bertahap di Kota Banjarbaru. Penerapan tersebut dimulai dari tingkat kelurahan hingga berkembang menjadi gerakan kota secara menyeluruh.
“Salah satu target dalam pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru yaitu terwujudnya pemilahan sampah rumah tangga dari sumbernya dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Kota Banjarbaru dalam memperbaiki tata kelola lingkungan. Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru memiliki berbagai keunggulan yang dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan hidup di kawasan tersebut.
“Kota Banjarbaru tentunya sudah banyak menyandang predikat yang patut dibanggakan," ujarnya. "Banjarbaru yang didesain dengan apik sejak zaman penjajahan memiliki karakteristik tata kota yang relatif tertata."

Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup, nilai kinerja pengelolaan sampah Kota Banjarbaru mencapai 48,56. Rinciannya meliputi aspek anggaran dan kebijakan 61 persen, SDM dan fasilitasi 54 persen, serta capaian kinerja 41 persen.
Adapun capaian pengelolaan sampah secara keseluruhan masih berada di angka 10,97 persen. Angka tersebut masih di bawah ambang 25 persen sehingga Banjarbaru masuk kategori kota dalam pembinaan.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemko Banjarbaru berkomitmen melakukan percepatan perbaikan. Kolaborasi dengan pemerintah pusat diharapkan mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Banjarbaru optimistis dapat menjadi kota yang bersih dan berdaya saing lingkungan. Upaya tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. (Yds/MedCenBJB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....