Promosi di TMII, Ikan Banua Bidik Pasar Nasional
- 15 Feb 2026 12:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tancap gas mempromosikan kuliner ikan khas Banua di Anjungan Kalsel, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (14/2/2026). Langkah ini bukan sekadar festival rasa, tetapi strategi terbuka menembus pasar nasional dan mengerek ekonomi nelayan serta UMKM perikanan.
Kegiatan yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel itu dibuka Gubernur H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ariadi Noor. Pesannya tegas promosi kuliner adalah instrumen ekonomi. “Ikan haruan, papuyu, lais hingga patin bukan hanya sajian, tetapi identitas Banua. Ketika produk lokal dibeli dan dikenal luas, ekonomi daerah bergerak,” kata Ariadi.
Di tengah persaingan produk kuliner antar daerah, Kalsel memilih panggung ibu kota sebagai etalase. TMII dinilai strategis untuk membangun citra sekaligus membuka jejaring pasar. Stan kuliner, demo masak, hingga dialog pelaku usaha menjadi ajang unjuk kualitas sekaligus uji respons pasar.
Namun pekerjaan rumah tak ringan. Jika ingin naik kelas, produk olahan ikan Kalsel harus konsisten dari sisi rasa, kemasan, hingga distribusi. Tanpa standar mutu dan branding kuat, promosi hanya akan berhenti sebagai seremoni.
Data sektor perikanan menunjukkan potensi besar ikan air tawar Kalsel. Sungai-sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Banjar selama ini menjadi sumber bahan baku melimpah. Tantangannya kini adalah hilirisasi bagaimana hasil tangkap tak hanya dijual mentah, tetapi diolah bernilai tambah.
Pemprov Kalsel optimistis kuliner ikan khas Banua bisa menjadi lokomotif ekonomi baru. Targetnya jelas: pasar nasional, peningkatan pendapatan nelayan, dan penguatan identitas daerah. "Promosi sudah dimulai. Berikutnya, pembuktian ada pada konsistensi dan keberanian menembus pasar yang lebih luas," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....