Komisi II Dorong Integrasi Sawit dan Sapi Perkuat Ketahanan Pangan

  • 14 Sep 2026 11:54 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan di bidang perekonomian dan keuangan, Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke PT Astra Agro Lestari Tbk, Jumat 11 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi langkah Komisi II menggali peran sektor swasta dalam mendukung ketahanan pangan daerah, khususnya melalui integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi.

Kunjungan dipimpin Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, H. Jahrian, S.E., bersama sejumlah anggota Komisi II DPRD Kalsel. Rombongan melakukan monitoring dan berdiskusi dengan pihak PT Astra Agro Lestari Tbk serta jajaran Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel mengenai potensi pengembangan peternakan sapi di kawasan perkebunan sawit.

Pembahasan difokuskan pada penguatan ketersediaan pangan dan protein hewani melalui integrasi perkebunan sawit dengan peternakan sapi. Pola tersebut dinilai dapat menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan daerah.

Pihak PT Astra Agro Lestari Tbk menyampaikan, sebaran ternak sapi di kawasan perkebunan kelapa sawit saat ini mencapai sekitar 2.500 hektare. Sementara berdasarkan informasi Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong, populasi sapi di wilayah tersebut mencapai sekitar 3.600 ekor.

Potensi tersebut dinilai masih dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat yang di Kabupaten Tabalong diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 ekor per tahun. Karena itu, peningkatan populasi dan produktivitas ternak membutuhkan sinergi antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat.

Mewakili PT Astra Agro Lestari Tbk, Administratur Pandu Setiawan mengatakan integrasi sawit dan sapi merupakan salah satu langkah yang dapat dikembangkan untuk mendukung pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan. “Kalau nanti kandang elektrik bisa diterapkan di Tabalong, tentunya akan lebih efektif dan efisien, ke depan juga akan dibuat sistem yang terintegrasi dalam menangani peternakan sapi yang ada di wilayah perkebunan sawit perusahaan,” ujarnya.

Pandu menambahkan, pihak perusahaan akan terus melakukan pembahasan dan koordinasi dengan manajemen pusat terkait pengembangan sistem pengelolaan peternakan sapi di kawasan perkebunan. “Dari pertemuan ini banyak masukan dari Komisi II dan dinas terkait untuk ke depannya agar program ini lebih maksimal, harapannya perkebunan sawit tetap berjalan dan integrasi dengan peternakan sapi juga dapat berkembang,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, mendorong perusahaan segera menyiapkan sistem pengelolaan peternakan sapi yang lebih terintegrasi, khususnya bagi ternak masyarakat yang berada di kawasan perkebunan sawit. “Harapannya segera dibuat sistem untuk mengelola peternakan sapi yang dikelola masyarakat, terutama yang lokasinya berada di wilayah perkebunan sawit milik Astra Agro Lestari,” ujarnya.

Sementara itu, H. Jahrian menegaskan pengembangan perkebunan dan peternakan harus memperhatikan prinsip keberlanjutan, termasuk kesiapan fasilitas dan infrastruktur pendukung. “Perkebunan yang berkelanjutan hendaknya didukung dengan fasilitas yang mumpuni dan infrastruktur yang siap, kami hari ini berkunjung untuk memastikan permasalahan-permasalahan di lapangan dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....