Gelar Tinggi Tak Menjamin Kerja, Pemuda Didorong Berwirausaha
- 10 Sep 2026 00:27 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Gelar pendidikan belum tentu menjadi jaminan pemuda langsung mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Terbatasnya lapangan kerja formal dan perubahan pasar akibat digitalisasi membuat generasi muda perlu memiliki pilihan lain, termasuk berani membangun usaha mandiri.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, H. Mushaffa Zakir, Lc, saat menyosialisasikan Perda Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kepemudaan di Gedung KAHMI Kalsel, Banjarmasin Timur, Rabu 2 September 2026. Kegiatan itu diikuti santri dan mahasiswa alumni IKPM serta Universitas Darussalam Gontor Kalimantan Selatan.
Mushaffa menjelaskan, Perda Kepemudaan tidak hanya mengatur keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah. Regulasi tersebut juga mencakup penyadaran, pemberdayaan, kepemimpinan, kewirausahaan, hingga kepeloporan pemuda.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kapasitas pendidikan, keterampilan, serta karakter generasi muda. Selain itu, regulasi tersebut menjadi landasan untuk memberikan perlindungan, kepastian hukum, dan ruang kepada pemuda dalam mengembangkan potensi mereka.
“Pemuda jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan, tetapi juga harus mulai berani menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Mushaffa. Ia menilai kemampuan berwirausaha menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Dalam diskusi, persoalan modal menjadi salah satu keluhan peserta yang ingin memulai usaha. Mushaffa menilai pembangunan kewirausahaan pemuda tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus diikuti dukungan nyata yang mampu menjawab kebutuhan permodalan dan pengembangan usaha.
Pemerintah desa setempat menyambut positif sosialisasi tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan. Pemahaman terhadap Perda Kepemudaan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, melainkan mendorong pemuda lebih mandiri, berani berusaha, serta aktif mengambil peran dalam pembangunan Kalimantan Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....