Komisi II DPRD Kalsel Soroti Pembalakan Liar saat Musim Kemarau
- 30 Jun 2026 08:43 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Komisi II DPRD Kalimantan Selatan menyoroti maraknya pembalakan liar yang masih terjadi di sejumlah kawasan hutan saat musim kemarau. Selain mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dewan juga meminta perhatian serius terhadap kerusakan hutan akibat penebangan ilegal.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel M Yani Helmie mengatakan pembalakan liar diduga semakin meningkat pada musim kemarau. Aktivitas tersebut diduga dilakukan untuk membuka lahan pertanian maupun kepentingan lainnya.
"Di musim kemarau ini kami tidak hanya menyoroti karhutla, tetapi juga pembalakan liar yang masih terjadi di kawasan hutan," ujarnya, yang akrab disapa Paman Yani, Selasa 23 Juni 2026.
Menurutnya, kedua persoalan tersebut sama-sama mengancam kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan. Ia menilai kondisi pembalakan liar saat ini sangat memprihatinkan jika dilihat secara langsung di lapangan, banyak pohon ditebang tanpa memperhatikan kelestarian hutan maupun dampaknya terhadap ekosistem.
Paman Yani menyebut pelaku bahkan menggunakan peralatan berat hingga truk untuk mengangkut hasil tebangan. Kondisi itu menunjukkan aktivitas penebangan liar dilakukan secara terorganisasi dan dalam skala cukup besar.
Komisi II DPRD Kalsel terus berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan untuk memantau perkembangan di lapangan. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan hutan di Kabupaten Tanah Bumbu.
"Kami sering berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan untuk mengetahui kondisi hutan, khususnya di kawasan Tanah Bumbu yang hingga kini masih ditemukan pembalakan liar," katanya.
Ia berharap pengawasan di kawasan hutan terus diperketat agar kerusakan tidak semakin meluas. Komisi II DPRD Kalsel juga mendorong penegakan hukum terhadap pelaku pembalakan liar dilakukan secara tegas.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih besar di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....