Komisi II DPRD Kalsel Pastikan Ketersediaan Benih Padi Berkualitas

  • 10 Mei 2026 19:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke PT Sang Hyang Seri di Jakarta, dalam upaya memperkuat sektor ekonomi daerah melalui pengembangan pertanian berkelanjutan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan benih padi berkualitas sebagai penunjang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo menegaskan DPRD ingin memastikan benih padi yang disediakan memiliki kualitas unggul dan berkelanjutan bagi petani di Banua. Menurutnya, ketersediaan benih berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian daerah.

“Kami melakukan kunjungan ke PT SHS dalam rangka ingin memastikan penyediaan bibit berkualitas untuk padi di Kalimantan Selatan,” ujar Kartoyo, Kamis 7 Mei 2026. Ia mengatakan kebutuhan benih unggul harus dipersiapkan secara matang agar mampu mendukung swasembada pangan daerah.

Kartoyo menjelaskan, berdasarkan pemaparan pihak direksi PT SHS, proses penyediaan cadangan benih tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu hingga dua tahun untuk menghasilkan benih siap tanam yang berkualitas dan bersertifikat.

Ia juga mengungkapkan Kalimantan Selatan saat ini telah memiliki fasilitas penunjang pengolahan benih berkualitas. Fasilitas tersebut meliputi mesin pemrosesan dan gudang penyimpanan yang berada di Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan.

Menurut Kartoyo, penguatan sektor pertanian menjadi langkah strategis di tengah ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan batubara yang perlahan mulai berkurang. Ia menilai sektor pertanian dan pariwisata harus mulai diperkuat sebagai sumber ekonomi baru daerah.

“Batubara sebagai pendapatan asli daerah kita sudah mulai habis, karena itu kita mulai menengok sektor pertanian dan pariwisata. Tahun ini saja produksi padi kita mencapai 1.179.000 ton atau setara Rp7,7 triliun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kalsel, Zainal Arifin, produksi padi Kalimantan Selatan pada tahun 2025 mencapai lebih dari 1 juta ton. Capaian tersebut menempatkan Kalimantan Selatan di peringkat ke-12 sebagai penghasil padi nasional.

“Produksi sebesar itu tidak akan tercapai kalau tidak tersedia benih yang berkualitas. Dalam diskusi hari ini, kami membahas bagaimana Kalimantan Selatan tetap mendapatkan benih berkualitas untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan,” katanya.

Menurut Zainal, kualitas benih menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan hasil pertanian. Ia mengatakan sekitar 50 persen keberhasilan produksi padi ditentukan oleh mutu benih yang digunakan petani.

Keberhasilan Kalimantan Selatan sebagai daerah penghasil padi tidak terlepas dari penggunaan benih unggul dan bersertifikat. Diharapkan sinergi antara DPRD, Dinas Pertanian, dan PT SHS dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....