Masa Gabungan Gelar Unjuk Rasa di DPRD Kalsel

  • 22 Apr 2026 18:40 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Masa dari gabungan mahasiswa Kalimantan Selatan dan masyarakat, kembali menggelar aksi unjuk rasa di “Rumah Banjar” atau Gedung DPRD provinsi di Banjarmasin, Rabu 22 April 2026. Aksi yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel itu menyoroti berbagai persoalan nasional dan daerah.

Salah satunya mendesak aparat penegak hukum mengungkap aktor intelektual serta pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Selain itu, mahasiswa juga menuntut pemerintah pusat untuk mengevaluasi transparansi penyaluran anggaran Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka juga menolak penggusuran lahan oleh aparat TNI terhadap masyarakat di Sidomulyo. Kemudian, tuntutan lainnya mencakup desakan kepada Pemerintah Provinsi Kalsel dan aparat penegak hukum untuk menghentikan praktik tambang ilegal.

Mahasiswa juga meminta penindakan tegas terhadap mafia tanah serta pencemaran lingkungan. Tidak hanya itu, pengunjuk rasa turut menyatakan penolakan terhadap penetapan Taman Nasional Meratus yang dinilai perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat setempat.

Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK mengatakan, sebagian besar tuntutan yang disampaikan aksi demo ini sudah pernah dilanjutkan ke pusat sebelumnya. Menanggapi tuntutan lainnya, Ia akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat membahas tentang penolakan penggusuran lahan masyarakat Sidomulyo dengan pihak terkait pada tanggal 5 Mei 2026 mendatang.

"Nanti kita akan agendakan rapat mediasi dengan Kanwil Pertanahan untuk membahas usulan penolakan penggusuran lahan masyarakat Sidomulyo. Insyaallah nanti kita jadwalkan pada tanggal 5 Mei setelah rapat paripurna DPRD Kalsel,” kata Supian HK.

Sementara itu, pihaknya juga akan terus memantau tahapan proses hukum terkait kasus pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia juga menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat akan terus mengayomi masyarakat Kalimantan selatan.

“Tuntutan tentang MBG tadi sudah ditanggapi langsung oleh pihak yang berwenang. Intinya kami sebagai wakil rakyat akan terus mengayomi masyarakat Kalimantan selatan,” ujarnya.

Hadir juga menemui masa yakni Komandan Korem 101/Antasari beserta jajaran dan Kapolda Kalsel. Unjuk rasa berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan pengamanan ketat gabungan dari Aparat Kepolisian Daerah Kalsel dan anggota TNI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....