Pansus IV Soroti Tingginya AKI dan AKB Kalsel
- 16 Apr 2026 14:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kalimantan Selatan mendapat sorotan tajam Panitia Khusus (Pansus) IV LKPj Gubernur Kalsel Tahun Anggaran 2025. Meski terjadi penurunan, data Dinas Kesehatan mencatat AKI turun dari 146 menjadi 135 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB dari 11,2 menjadi 10,55 per 1.000 kelahiran hidup.
Ketua Pansus IV, Jihan Hanifa, menyampaikan hal tersebut usai RDP bersama Dinkes dan sejumlah rumah sakit di Kalsel, Selasa 14 April 2026. Ia menegaskan bahwa AKI dan AKB merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan kesehatan daerah.
“Tadi Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan, bahwa kita masih kekurangan SDM, banyak posyandu alat-alatnya sudah lengkap termasuk USG dan lain-lain. Namun kita masih ada kekurangan tenaga kesehatan terutama mungkin di daerah-daerah yang terpencil,” ucap Jihan.
Menurutnya, persoalan kekurangan tenaga kesehatan menjadi perhatian utama yang harus segera ditangani. Oleh sebab itu, Jihan mendorong Dinas Kesehatan agar membuat klaster wilayah kerja bagi tenaga kesehatan, yang diharapkan mampu mendistribusikan tenaga medis secara merata hingga ke daerah terpencil.
“Dari wilayah kerja itu mereka mendapat fasilitasnya yang lebih baik, mungkin lebih banyak daripada yang di kota untuk menarik minat mereka diletakkan di daerah. Jadi itu akan dilengkapi dengan insentif yang lebih banyak dan juga tentunya fasilitas yang lebih baik untuk mereka tinggali,” katanya.
Selain itu, Pansus IV juga menyoroti kualitas pelayanan rumah sakit, khususnya pada instalasi gawat darurat (IGD). Hal ini menyusul adanya laporan terkait lambatnya penanganan pasien di beberapa fasilitas kesehatan.
“Artinya mereka masuk ke jam berapa, ditanganinya jam berapa. Nah itu kan harus disikapi dengan cepat karena jangan sampai kita tidak bisa menyelamatkan nyawa orang hanya karena keterlambatan penanganan,” ucapnya.
Jihan menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, terutama di IGD, agar tidak terjadi keterlambatan penanganan pasien. Ia juga meminta manajemen rumah sakit melakukan audit total guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....