Makna Tema dan Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026
- 19 Mei 2026 10:59 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei
- Harkitnas 2026 merupakan peringatan ke-118
- Tema Harkitnas 2026: “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”
- Tema menekankan pentingnya menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei menjadi momentum untuk membangkitkan semangat persatuan, kemandirian, dan kemajuan bangsa Indonesia. Pada 2026, peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Dikutip dari Pedoman Identitas Visual Hari Kebangkitan Nasional ke-118, tema tersebut dipilih untuk menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa. Tema ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat kebangkitan menuju Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan siap menghadapi tantangan global.
Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026 dirancang dengan pendekatan digital dan futuristik. Desain tersebut mencerminkan semangat inovasi, kemajuan teknologi, serta nilai nasionalisme yang menjadi fondasi masa depan Indonesia.
Elemen angka “118” pada logo menunjukkan usia peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini. Angka tersebut dipadukan dengan simbol elang yang melambangkan kekuatan, keberanian, kewibawaan, dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain itu, terdapat unsur tunas atau daun yang merepresentasikan harapan, pertumbuhan, regenerasi, dan masa depan bangsa yang terus berkembang. Sementara warna biru pada logo melambangkan kepercayaan, persatuan, kemajuan, dan perkembangan teknologi.
Dalam konteks modern, tantangan nasional tidak hanya berkaitan dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut kedaulatan informasi dan transformasi digital. Karena itu, semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026 menekankan pentingnya inovasi dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan global yang dinamis.
Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini juga menjadi ajakan bagi generasi muda, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas serta literasi teknologi. Pemuda dipandang sebagai motor penggerak pembangunan sekaligus penerus nilai-nilai luhur kebangsaan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....