Cegah Jemaah Tersesat, Pengawasan Lansia Haji Kalsel Diperketat

  • 19 Apr 2026 16:45 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pengawasan terhadap jemaah haji, khususnya lanjut usia dan kelompok berisiko, menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan ibadah haji di Kalimantan Selatan pada musim haji 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas kejadian yang terjadi pada musim haji tahun sebelumnya.

Pada musim haji lalu, seorang jemaah lanjut usia berusia 72 tahun asal Banjarbaru dilaporkan hilang setelah keluar dari penginapan tanpa sepengetahuan rombongan. Jemaah tersebut diketahui memiliki riwayat demensia sehingga memerlukan pengawasan khusus selama menjalankan ibadah.

Peristiwa tersebut menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara haji di daerah. Petugas gabungan saat itu harus melakukan pencarian intensif untuk menemukan jemaah yang hilang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan, Eddy Khairani, menegaskan bahwa pendampingan jemaah menjadi fokus utama tahun ini. Ia menyebut perhatian khusus diberikan kepada jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Pengawasan dan pendampingan akan diperketat, khususnya bagi jemaah lansia dan berisiko tinggi. Ini untuk memastikan keselamatan serta kelancaran ibadah mereka,” ujarnya.

Selain itu, koordinasi antarpetugas dan pendamping kloter juga akan ditingkatkan secara menyeluruh. Penguatan sistem pemantauan dilakukan baik di penginapan maupun saat pelaksanaan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Kami harapkan kejadian serupa tidak terulang, serta seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan nyaman," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....