Kaleidoskop Inflasi 2025 di Kota Banjarmasin

  • 31 Jan 2026 09:52 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin- Inflasi Kota Banjarmasin selama 2025 mencapai 3,97%, melewati target daerah sebesar 2,5% ±1. Angka ini disampaikan Sukma Handayani, M.Si, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin, dalam dialog Ekonomi Digital RRI Pro 1 Banjarmasin, Jumat (30/1/2026).

“Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam kurun waktu tertentu,” ujar Sukma Handayani. Ia menekankan bahwa inflasi dihitung dari perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang diperoleh melalui survei rutin oleh BPS.

Data survei harga konsumen dikumpulkan setiap bulan, dengan pencacahan mingguan, dwimingguan, dan bulanan. Survei ini mencakup 369 komoditas, mulai dari bahan pangan pokok hingga sayur, ikan, dan berbagai kebutuhan rumah tangga.

Inflasi dihitung di 150 kota IHK yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia, termasuk 5 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. “Di Kalsel, Kota Banjarmasin, Kotabaru, dan Tanjung mewakili inflasi perkotaan, sedangkan HSU dan Tala mewakili inflasi kabupaten,” ucap, Sukma Handayani.

Kelompok komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi Banjarmasin 2025 adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, termasuk emas perhiasan. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan harga.

Komoditas yang mendorong inflasi terbesar tahunan adalah emas perhiasan, sedangkan tarif parkir menjadi penahan inflasi terbesar. Sukma Handayani menambahkan bahwa program pemerintah seperti MBG berpengaruh secara tidak langsung terhadap inflasi karena meningkatkan permintaan bahan pangan.

Inflasi yang terkendali memiliki peran penting dalam pembangunan. Kondisi ini mendorong produsen meningkatkan produksi karena potensi pendapatan lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....