Pencurian Berulang, Belasan Aset SDN Teluk Tiram 1 Digondol Pencuri
- 14 Jun 2026 14:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Aksi pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan kembali terjadi di Banjarmasin. Kali ini, belasan aset milik Sekolah Dasar Negeri (SDN) Teluk Tiram 1, Kecamatan Banjarmasin Barat menjadi sasaran pencurian.
Belasan barang yang hilang meliputi kipas angin, mesin pompa air, hingga alat pengeras suara sekolah. Aksi ini diketahui berlangsung secara bertahap sejak akhir April hingga Mei 2026 lalu.
Kepala SDN Teluk Tiram 1, Siti Maimunah, menyebut aksi ini bukan kali pertama terjadi di lingkungan sekolahnya. Bahkan, sebelum ia menjabat, aksi tersebut sudah terjadi berulang kali.
"Sebelum 2023 saya masuk di sini sudah terjadi beberapa kali. Dulu ada laptop juga yang hilang dan sudah dilaporkan," katanya Jumat, 12 Juni 2026.
Berbagai aksi pencurian dilakukan dengan cara membobol pagar dan jendela kelas. Para pelaku bahkan sempat merusak akses kamera pengawas sehingga aksi tersebut tidak terekam.
Pihak sekolah sebenarnya telah berupaya melakukan pengamanan ganda dengan menutup permanen jendela dan sejumlah jalur yang rentan dimasuki. Namun, aksi pencurian tersebut tetap terjadi hingga menyebabkan belasan aset sekolah hilang.
Siti Maimunah menyebut akibat kejadian ini sekolah diperkirakan mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Tidak hanya kerugian materiil, warga sekolah juga merasakan dampaknya terhadap aktivitas pembelajaran.
"Pompa air itu membuat air mati sehingga anak-anak dan guru kesulitan menggunakan toilet. Anak-anak juga kasihan karena harus belajar di kelas yang panas," katanya.
Selain aksi pencurian, sekolah yang berada di kawasan padat penduduk itu juga kerap dijadikan tempat aktivitas yang meresahkan. Sekelompok pemuda hingga orang dewasa kerap melakukan aktivitas mabuk lem dan mengonsumsi minuman keras di sekitar area sekolah.
Hal ini tentu menimbulkan keresahan bagi warga sekolah. Pasalnya, kegiatan tersebut kerap dilakukan saat aktivitas pembelajaran tengah berlangsung.
"Dulu pernah juga kaca kelas kita pecah karena dilempar batu," ujar Naysa, salah seorang siswa.
Beberapa kejadian keributan juga pernah terjadi hingga menimbulkan keresahan bagi para siswa. Meski aktivitas tersebut mulai berkurang, kekhawatiran akan terjadi kembali tetap dirasakan warga sekolah.
"Khawatir kalau orang-orang itu mengganggu lagi. Apalagi pas belajar, kita jadi takut," ucap Zahwa, siswa lainnya.
Menyikapi berbagai peristiwa tersebut, pihak sekolah kini telah melapor secara resmi ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin dan pihak kepolisian. Beberapa waktu lalu, Satpol PP Kota Banjarmasin juga melakukan tindakan dengan menertibkan sejumlah titik rawan di sekitar area sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....