Gangster Muncul Lagi, Polisi Gencarkan Patroli di Banjarmasin Timur
- 05 Mei 2026 07:49 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kemunculan kembali kelompok remaja yang diduga “gangster” di Banjarmasin memicu kekhawatiran warga. Sebuah video berdurasi 41 detik yang viral di media sosial memperlihatkan sekelompok remaja berkumpul di jalan lingkungan sambil membawa senjata tajam. Video yang disertai narasi “Gangster Banjarmasin masuk ke kampung warga” itu langsung menyita perhatian publik.
Dalam rekaman, salah satu remaja terlihat mengenakan hoodie dan mengeluarkan senjata tajam jenis samurai. Tanpa menghiraukan situasi sekitar yang masih terdapat warga, termasuk anak-anak.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Sabtu 2 Mei sekitar pukul 21.57 Wita di Jalan Timur Dalam RT 12, Kelurahan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur. Kelompok remaja itu diduga hendak melakukan penyerangan terhadap kelompok lain.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, jajaran Polsek Banjarmasin Timur bergerak cepat dengan melakukan patroli dan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Kapolsek Banjarmasin Timur, AKP Morris Widhi Harto, menegaskan pihaknya kini meningkatkan intensitas patroli guna mencegah potensi gangguan keamanan yang ditimbulkan aksi serupa.
“Kami langsung menindaklanjuti informasi yang beredar dengan melakukan patroli dan pengecekan ke lokasi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku serta mendalami motif kejadian,” ujarnya, Senin 4 Mei 2026.
Ia menambahkan, patroli akan terus digencarkan terutama pada malam hari di titik-titik rawan guna mengantisipasi kemunculan kembali kelompok remaja bersenjata. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar, serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan,” katanya.
Kemunculan kembali aksi yang diduga melibatkan “gangster” ini menjadi peringatan bagi semua pihak. Selain penegakan hukum, peran orang tua dan lingkungan dinilai penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....