Kekerasan Seksual Berbasis Digital Ancaman Nyata Kaum Hawa

  • 19 Apr 2026 14:35 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin : Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini ancaman kekerasan seksual berbasis digital semakin nyata dan mengkhawatirkan. Kekhawatiran tersebut terutama bagi kaum hawa (perempuan) di seluruh dunia termasuk kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Kasus kasus yang melibatkan penyebaran konten intim tanpa izin dan perundungan seksual online hingga pemerasan digital kian meningkat. Kondisi itu menunjukkan betapa besar dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan teknologi.

"Dampak kekerasan seksual berbasis digital sangat merusak bagi perempuan baik secara fisik, psikologis, maupun sosial karena banyak korban yang merasa terisolasi dan kehilangan rasa aman," ucap Rimalia Karim Praktisi Parenting dan Keluarga dalam acara Inspirasi Kehidupan Pro1 RRI Banjarmasin, Sabtu 18 April 2026.

Menurutnya, Kekerasan seksual berbasis digital menjadi bentuk kekerasan yang paling cepat berkembang di Indonesia. Kasus ini meningkat dari penyebaran konten intim ilegal hingga pelecehan di media sosial dan aplikasi pesan.

Perkembangan teknologi mempermudah aktivitas digital dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuat perempuan sering menjadi sasaran pelaku kejahatan di platform media sosial dan pesan pribadi.

Penerapan hukuman tegas terhadap pelaku kekerasan seksual berbasis digital sangat diperlukan. Sanksi berat harus diberikan kepada pelaku perundungan seksual dan penyebaran konten intim tanpa izin.

Kekerasan seksual berbasis digital menjadi ancaman nyata bagi perempuan di ruang digital. Pemerintah, masyarakat, dan platform digital perlu bekerja sama untuk menciptakan ruang maya yang aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....