Gunakan Media Film, Kampanye Integritas Sasar Generasi Muda Kalsel
- 08 Apr 2026 12:43 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Rangkaian roadshow Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026 yang mengusung tema "Dari Lensa, Integritas Terjaga" kembali menyambangi Kalimantan Selatan. Program kolaborasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Forum Sineas Banua ini berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2026.
Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda, yakni Wetland Square Banjarmasin, SMA GIBS Barito Kuala, dan Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru. Ketua Forum Sineas Banua, Munir Shadikin, menyebut pemilihan lokasi asrama merupakan strategi untuk melakukan pembibitan karakter generasi muda.
"Di Kalsel sendiri kita menyasar tempat-tempat yang berhubungan dengan asrama sebagai titik tuju utama. Lokasi ini dirasa penting sebagai tempat pembibitan regenerasi anak muda yang perlu ditanamkan nilai antikorupsi," ujarnya Selasa malam, 7 April 2026.
Munir menilai penggunaan media audio visual jauh lebih efektif untuk menyentuh sisi kesadaran para pelajar dibandingkan metode komunikasi satu arah. Hal tersebut dikarenakan film memiliki kekuatan untuk membangun empati terhadap nilai-nilai integritas yang ingin disampaikan.
Hal senada disampaikan Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) Kalsel, Rabiathul Adawiyah yang mengatakan kegiatan ini menjadi jembatan agar pesan-pesan pencegahan korupsi dapat disampaikan secara ringan. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, orang tua, hingga kalangan ASN.
"Melalui movie day ini, berbagai kalangan bisa mengonsumsi pesan KPK untuk menanamkan nilai integritas. Kita ingin melahirkan bibit-bibit baru yang memiliki keberanian untuk melawan korupsi," katanya.
Ia juga menekankan visualisasi dalam film membantu audiens melihat fakta nyata atas persoalan yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang sering kali sulit memahami maksud dari sebuah aturan jika hanya melalui teks formal.
"Masyarakat yang hanya membaca dan mendengar belum tentu bisa memahami apa yang terjadi masalah di lapangan. Dengan adanya film-film ini, audiens bisa memahami secara visual apa pesan yang ingin disampaikan," ucapnya.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 12 karya film ditampilkan dalam rangkaian festival ini untuk memotret berbagai perilaku koruptif dari lingkup terkecil hingga tingkat elit. Selain pemutaran film, acara ini juga dimeriahkan dengan diskusi interaktif serta penampilan kesenian tradisional Madihin bagi ratusan peserta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....