Memahami Istilah Fashion untuk Tentukan Gaya Berbusana
- 24 Agt 2026 14:57 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Pemahaman terminologi busana menjadi landasan penting bagi masyarakat dalam membentuk identitas dan karakter gaya berbusana.
- Desainer Naufal Lisna Reisya menjelaskan bahwa fashion berkaitan dengan perkembangan tren berbusana yang dipengaruhi zaman dan budaya, sedangkan style merujuk pada karakter personal seseorang.
- Salah kaprah terhadap istilah busana terjadi akibat kurangnya literasi fashion di tengah perkembangan tren modern.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemahaman terhadap terminologi busana menjadi landasan penting bagi masyarakat dalam membentuk identitas dan karakter gaya berbusana. Kekeliruan dalam membedakan istilah fashion dan style masih kerap terjadi ketika masyarakat menentukan busana untuk kebutuhan sehari-hari maupun acara tertentu.
Dalam siaran "NGOBRAS" RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 21 Agustus 2026, Desainer Muda Banjarmasin, Naufal Lisna Reisya (Eca), menjelaskan bahwa salah kaprah terhadap istilah busana terjadi akibat kurangnya literasi fashion di tengah perkembangan tren modern. Menurutnya, fashion berkaitan dengan perkembangan tren berbusana yang dipengaruhi zaman dan budaya, sedangkan style lebih merujuk pada karakter personal seseorang.
"Perkembangan fashion selalu dipengaruhi oleh pergeseran zaman dan budaya masyarakat setempat," ujarnya. “Sementara itu, style lebih menggambarkan karakter dan pilihan personal seseorang dalam berbusana.”
Selain istilah dasar, aspek tampilan seperti outfit dan look juga kerap dianggap memiliki pengertian yang sama. Padahal, outfit merujuk pada keseluruhan busana yang dikenakan, sedangkan look mencakup tampilan secara menyeluruh, termasuk riasan wajah dan gaya rambut.
Siluet pakaian turut berperan dalam menentukan proporsi garis luar tubuh seseorang saat berpenampilan. Pemilihan ukuran dan potongan seperti fit, loose, hingga oversize perlu disesuaikan dengan proporsi tubuh agar tetap nyaman dan memberikan tampilan yang proporsional.
Eksplorasi teknik pemotongan garis pinggang seperti high-waist dan low-waist juga dapat memengaruhi kesan visual terhadap bentuk tubuh. Konsistensi dalam memilih potongan busana menjadi salah satu unsur yang membentuk karakter gaya seseorang.
"Karakter gaya seseorang pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh konsistensi pemilihan potongan busana yang sesuai dengan kepribadiannya," katanya. Karena itu, pemilihan busana sebaiknya tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan karakter pemakainya.”
| Baca juga: KLIK Jadi Panduan UMKM Jaga Keamanan Produk |
Pemahaman terhadap konstruksi pakaian seperti garis leher, kerah, pleat, dan gather juga mendukung kualitas produksi busana lokal. Pengetahuan mengenai elemen tersebut membantu pembuat busana dan konsumen berkomunikasi secara lebih presisi dalam menentukan desain dan pengerjaan pakaian.
Kehadiran aksesori seperti manik-manik dan sequin dapat meningkatkan nilai estetika pada busana. Sementara itu, pemilihan bahan seperti katun, tenun, dan rajut turut menentukan karakter serta kejatuhan kain ketika dikenakan.
Arah serat kain atau grain line juga menjadi aspek penting dalam proses pembuatan busana. Penempatan arah serat yang tepat membantu menjaga bentuk pakaian dan menghasilkan kejatuhan kain yang alami saat dikenakan.
"Arah serat kain sangat menentukan kejatuhan natural busana saat dikenakan bergerak," ujarnya. “Karena itu, aspek tersebut perlu diperhatikan agar pakaian tetap nyaman dan memiliki bentuk yang baik.”
Pemahaman terhadap berbagai istilah fashion diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat Banua dalam memilih dan mengenakan busana. Pengetahuan tersebut sekaligus dapat mendorong apresiasi yang lebih besar terhadap perkembangan industri kreatif dan potensi desainer loka
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....